Aksi tidak biasa terjadi di sela-sela akhir pekan balap ketika Marc Marquez tertangkap basah mengirimkan seorang pengganti atau sosia untuk mengikuti balapan eksibisi go-kart yang diadakan oleh penyelenggara MotoGP. Usai sesi pemanasan Grand Prix Jepang, para promotor menggelar hiburan ringan berupa balapan go-kart yang diikuti oleh para pembalap kelas primer. Formatnya dirancang sederhana dengan satu putaran pemanasan dan satu putaran balapan menggunakan grid start yang sama seperti balapan motor sebenarnya, mirip dengan ajang hiburan yang kerap dilakukan Formula 1 untuk mendekatkan ajang balap dengan para penggemar global.
Namun, suasana langsung berubah menjadi tanda tanya besar ketika para pembalap bersiap di atas grid. Perhatian penonton dan ofisial langsung tertuju pada sosok yang mengenakan helm bernomor #93 milik Marc Marquez. Postur dan gestur tubuh pria tersebut dinilai tidak mirip dengan bintang asal Spanyol itu. Kecurigaan ini membuat salah satu petugas ofisial MotoGP mendekati sang pengendara go-kart dan meminta agar ia mengangkat kaca helmnya. Permintaan tersebut justru mendapat penolakan tegas, membuat sosok berhelm #93 itu memilih untuk tetap berada di jalur pit dan membatalkan keikutsertaannya dalam perlombaan hiburan tersebut.
Dilansir dari FormulaPassion, teka-teki mengenai aksi penggantian pebalap ini akhirnya diungkapkan secara blak-blakan oleh Marc Marquez sendiri kepada media. Juara dunia bergelar banyak itu mengakui bahwa dirinya memilih menepi karena fokus penuh pada persaingan ketat memperebutkan gelar juara dunia musim ini, sehingga ia merasa aksi hiburan di atas go-kart terlalu berisiko dan tidak diperlukan di tengah tekanan kompetisi yang begitu tinggi.

“C’ ada un limite da non superare. Ovviamente, capisco lo show, ma stiamo lottando per il campionato. Non siamo qui per scherzi e gare di go-kart. Per il riscaldamento, ho detto che avevo bisogno di ghiaccio, qualcuno e venuto fuori e ha detto che sarebbe stato bello se avessi mandato un sosia, e cosi abbiamo fatto. Mi sono beccato un rimprovero, ma in questo momento bisogna essere egoisti e dare il massimo quando conta, cioe in gara,” ujar Marc Marquez mengenai alasan di balik kejenakaan staf timnya.
Pembalap andalan Ducati tersebut menambahkan bahwa dirinya sadar betul aksinya akan memancing kemarahan pengawas lomba, namun ia tidak peduli dan siap menerima konsekuensi teguran keras. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah menjaga kondisi fisik dan mental demi menghadapi balapan sesungguhnya di lintasan utama, alih-alih menghabiskan energi untuk konten hiburan penunjang promosi kejuaraan yang berpotensi memunculkan cedera tidak penting.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!