SPONSORED

Ai Ogura Harus Perbaiki Manajemen Ban demi Gelar MotoGP 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Ai Ogura Harus Perbaiki Manajemen Ban demi Gelar MotoGP 2026
TO NEWS OVERVIEW
Ai Ogura Harus Perbaiki Manajemen Ban demi Gelar MotoGP 2026

Ai Ogura, pembalap muda Jepang yang menjadi kejutan musim ini, hanya terpaut 37 poin dari pemimpin klasemen dengan 10 seri tersisa. Namun, kecelakaan di Grand Prix Inggris menyoroti satu kelemahan yang harus segera ia benahi: kapan harus agresif dan kapan harus mengelola ban.

Manajer tim Trackhouse Racing, Davide Brivio, menegaskan bahwa Ogura perlu menemukan keseimbangan antara menyerang dan menjaga ban untuk bisa bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026. Ogura, yang merupakan salah satu penantang utama Aprilia bersama pembalap pabrikan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim.

Namun, kesalahan pertamanya tahun ini terjadi di Silverstone, di mana ia terjatuh setelah start dari baris depan. Insiden itu membuatnya kehilangan banyak poin, tidak hanya dari Martin yang finis kedua, tetapi juga dari Bezzecchi yang kembali melewatinya di klasemen.

Tardozzi: Keseimbangan MotoGP Bakal Bergeser antara Aprilia dan Ducati
Baca JugaTardozzi: Keseimbangan MotoGP Bakal Bergeser antara Aprilia dan Ducati

Ogura sendiri mengakui pendekatannya di awal balapan terlalu konservatif. "Di awal balapan, saya ingin memastikan ban dalam kondisi baik dan bisa bertahan hingga lima lap terakhir. Tapi mungkin saya terlalu konservatif. Cara saya mendekati balapan kali ini salah," ujarnya usai balapan.

ADVERTISEMENT

Brivio sependapat. Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, ia menjelaskan bahwa Ogura memang sangat baik dalam manajemen ban, seperti yang terlihat tahun lalu. "Dia selalu cepat di lap-lap akhir. Bahkan di awal tahun ini, dalam tujuh, delapan, atau sepuluh lap terakhir, dia selalu memiliki kecepatan empat besar. Tapi terkadang dia berada di posisi 12 dan jauh dari posisi yang penting, jadi hal itu tidak terlihat jika tidak mempelajari catatan waktu putaran dengan cermat," kata Brivio.

Sebelumnya, kualifikasi dianggap sebagai kelemahan terbesar Ogura. Namun sejak Grand Prix Ceko pada Juni, ia berhasil memperbaiki catatan waktu kualifikasinya dan meraih kemenangan pertamanya di Assen. Kini, satu-satunya celah yang tersisa adalah manajemen ban, dan Brivio menekankan bahwa Ogura harus belajar kapan harus mulai menyerang.

"Ada kalanya dia memulai proses ini terlalu lambat, dalam arti dia bisa saja menyerang lebih awal. Tapi dia sedang belajar, dan ini adalah bagian dari perkembangannya sebagai pembalap," tambah Brivio. Dengan persaingan yang semakin ketat, kemampuan Ogura untuk beradaptasi akan menentukan apakah ia bisa mempertahankan peluang gelarnya hingga akhir musim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU