Kerasnya persaingan di sirkuit ikonik Mount Panorama meninggalkan luka sekaligus pelajaran berharga bagi pembalap muda Kai Allen. Pembalap berusia 21 tahun ini harus berjuang keras mengamankan posisi di seri final musim lalu, setelah finis di posisi kedelapan berkat aksi dramatis di lap terakhir yang melibatkan manuver krusial dari Broc Feeney dan menyingkirkan Andre Heimgartner. Namun, hari balapan Allen seharusnya bisa jauh lebih baik jika ia tidak mengalami serangkaian benturan keras dari para pembalap senior yang sarat pengalaman di lintasan basah.
Benturan-benturan tersebut mencakup hantaman keras dari belakang yang dilakukan oleh Brodie Kostecki, serta senggulan susulan dari Will Brown dan Jack Le Brocq yang memaksa mobil Ford Mustang milik tim Grove keluar jalur balap. Kejadian itu memicu kemarahan sekaligus titik balik bagi Allen untuk mengubah pendekatan balapannya menjadi jauh lebih agresif, sebuah keputusan taktis yang kemudian membawanya melaju hingga Grand Final dan menjadikannya pemenang balapan sebanyak dua kali tahun ini.
Dilansir dari Speedcafe, Allen secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya pascalomba di Bathurst tahun lalu. "Saya merasa kecewa keluar dari Bathurst, melihat bagaimana cara mereka membalap," ujar Kai Allen. Ia menambahkan bahwa tingkat pengalaman dan talenta para pembalap yang terlibat dalam merusak balapannya dinilai cukup buruk. Meskipun memahami kondisi trek basah yang rumit, ia tetap menganggap beberapa manuver tersebut sebagai keputusan yang bodoh dan justru melecut semangatnya menghadapi babak final.

Perubahan mentalitas ini tecermin jelas dari cara bertarung Kai Allen musim ini, di mana ia tidak lagi segan untuk bersaing secara ketat dan lebih berani menyikut lawan demi mengamankan posisi terbaik. Momen adu bodi yang tak terlupakan terjadi ketika ia meladeni pertarungan sengit melawan Brodie Kostecki di Perth, serta insiden senggulan dengan Chaz Mostert di Queensland Raceway yang sempat membuatnya kehilangan podium akibat penalti waktu.
Menghadapi akhir pekan balapan Bathurst 1000 tahun ini, Kai Allen akan berduet dengan Tim Slade setelah sebelumnya sukses mengamankan finis di podium kedua di The Bend 500. Pengalaman pahit di masa lalu kini telah diolah menjadi modal kematangan mental bagi pembalap yang mengandalkan mobil berlogo Penrite Mustang tersebut dalam menatap persaingan ketat di kelas utama kejuaraan touring car Australia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!