Perancang jenius Adrian Newey akhirnya memberikan respons terbuka terkait komentar kontroversial dari Christian Horner yang menuding bahwa dirinya berniat meninggalkan tim pada tanda-tanda pertama kesulitan di Formula 1. Isu ini mencuat ke permukaan seiring dengan rangkaian tur media yang dilakukan oleh Horner untuk mempromosikan memoar terbarunya yang berjudul Drive, di mana ia kembali mengenang masa-masa sulit dalam sejarah skuad asal Milton Keynes tersebut.
Konflik narasi ini berakar dari musim 2014 ketika ajang balap jet darat memasuki era mesin turbo-hibrida. Saat itu, skuad Red Bull mengalami kemerosotan performa yang signifikan akibat masalah pada unit daya Renault, hingga akhirnya harus rela kehilangan gelar juara dunia konstruktor dan tertinggal jauh di belakang dominasi Mercedes. Horner dalam berbagai kesempatan wawancara mengeklaim bahwa sang insinyur legendaris siap kabur saat menghadapi ujian pertama, dan menyatakan dirinya tidak lagi bisa mengandalkan sang kepala teknik.
Menanggapi klaim tersebut, Newey yang kini menjabat sebagai petinggi di skuad Aston Martin memberikan pembelaan analitis terkait situasi teknis dua dekade silam. Menurutnya, kegagalan pemasok mesin dalam satu musim adalah hal yang wajar diterima oleh seorang perancang sasis, namun situasinya menjadi sangat suram ketika pabrikan mesin tersebut tidak menunjukkan niat atau progres nyata untuk memperbaiki masalah mendasar pada dapur pacu mobil.

Situasi pelik tersebut, lanjut sang insinyur berpengalaman, terus berlanjut tanpa perubahan berarti hingga akhirnya kubu pabrikan minuman energi tersebut mengambil keputusan krusial untuk beralih menggunakan unit daya Honda pada musim 2019. Keputusan strategis inilah yang kemudian menjadi fondasi kebangkitan skuad hingga mampu mendominasi kejuaraan bersama bintang utama mereka, Max Verstappen, meskipun proses menuju titik tersebut dipenuhi rasa frustrasi yang mendalam bagi para perancang di garasi.
Kendati diwarnai ketegangan masa lalu dan dinamika internal yang rumit selama dua dekade pengabdiannya, Newey menegaskan bahwa hubungan personal di antara mereka tetap baik terlepas dari segala komentar publik yang dilontarkan akhir-akhir ini. Dilansir dari Motorsport Week, sang maestro aerodinamika memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan lebih jauh dan tetap menjaga komunikasi profesional dengan mantan atasannya tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!