Akhir pekan balap Zonta van den Goorbergh di kelas Moto2 mengalami dinamika tersendiri setelah sesi kualifikasi yang menjanjikan di Sirkuit Lusail. Pembalap asal Belanda tersebut berhasil mengamankan tiket promosi dari sesi Q1 berkat catatan waktu impresif yang dibukukannya secara mandiri tanpa bantuan slipstream. Penampilan kompetitif ini berlanjut hingga fase Q2, di mana ia mampu memangkas jarak ketertinggalan catatan waktu dari barisan pembalap terdepan secara signifikan.
Mengandalkan satu set ban baru di sesi penentu, pembalap andalan Momoven Idrofoglia RW Racing Team ini sukses membukukan waktu terbaik 1 menit 56,179 detik yang menempatkannya di posisi ke-15 secara keseluruhan. Selisih waktu yang terpaut kurang dari satu detik dari pemuncak catatan waktu menunjukkan progres teknis yang memuaskan bagi garasi tim asal Belanda tersebut. Peningkatan performa lintasan ini lahir dari kerja keras mekanik dalam mengoptimalkan set-up motor sepanjang akhir pekan.
“Kami dapat mengatakan bahwa ini adalah hari yang sangat baik bagi kami. Di Q1 kami sangat kuat dan finis di posisi kedua, sementara saya berkendara sendirian. Juga di Q2 kami cukup kompetitif dan akhirnya finis di posisi kelima pembalap terbawah dari grup Q2, dengan selisih waktu yang sangat tipis ke depan,” ujar Zonta van den Goorbergh merangkum perjuangannya di garasi tim.

Namun, hasil kerja keras di atas lintasan harus dibayar dengan sanksi administratif dari FIM Stewards. Berdasarkan keputusan resmi usai kualifikasi, ia bersama rekan setimnya, Ayumu Sasaki, dijatuhi hukuman penalti mundur tiga posisi grid akibat dianggap menghalangi pembalap lain saat sesi kualifikasi berlangsung. Hukuman massal ini juga menimpa beberapa pembalap Moto2 lainnya yang terlibat insiden serupa di area trek yang padat.
Akibat sanksi tersebut, posisi start awal ke-15 miliknya harus rela digeser ke slot start ke-18 untuk balapan utama mendatang. Sementara itu, rekan satu garasinya harus rela melorot ke urutan ke-21 di atas grid start. Meski menghadapi kendala posisi start akibat penalti, determinasi tim tetap tinggi menghadapi balapan yang dijadwalkan berlangsung dalam 18 putaran penuh.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!