Aksi luar biasa tersaji di sirkuit ikonik Mount Panorama ketika Zach Bates sukses mencatatkan waktu sensasional dalam sesi penentuan posisi start terdepan. Setelah mengejutkan paddock ajang Supercars sehari sebelumnya, pembalap muda andalan Matt Stone Racing ini membuktikan bahwa kecepatan kilatnya bukan sekadar kebetulan semata demi mengamankan grid terdepan.
Mengemudikan mobil Chevrolet Camaro ZL1 bernomor 10, pebalap muda berbakat ini melesat kencang di atas aspal panas dan membukukan catatan waktu fenomenal 2 menit 04,2062 detik. Torehan impresif tersebut sekaligus mengubur ambisi besar bintang Brodie Kostecki untuk mencetak rekor empat kali pole position secara beruntun di ajang bergengsi ini, setelah unggul dengan selisih gap tipis 0,2850 detik.
Suasana pit lane mendadak riuh rendah begitu sang pemuda kembali ke garasi tim usai menuntaskan lap penentuan yang mendebarkan. Para rival dari tim-tim pesaing bahkan tampak keluar dari garasi mereka masing-masing untuk memberikan tepuk tangan meriah atas pencapaian bersejarah yang baru saja diukir oleh sang debutan bersama skuad mudanya.

Seusai mengunci posisi start terdepan yang sangat diidamkan setiap pembalap di gunung legendaris tersebut, sang pemenang langsung mengungkapkan rasa tak percaya bercampur bangga atas kerja keras seluruh krunya. "Saya tidak percaya, sejujurnya. Saya memiliki perasaan yang bagus sepanjang pekan ini tetapi saya tidak menyangka mobil ini bisa melaju secepat ini," ujarnya.
"Ini adalah bentuk apresiasi untuk semua orang. Luar biasa. Kami adalah tim yang masih muda dan sedang berkembang, sangat keren bisa mewujudkan ini. Brodie melakukan lap yang luar biasa... itu adalah target yang bagus untuk dikejar. Ada begitu banyak pembalap cepat, saya tidak percaya," tambahnya penuh rasa syukur.
Meskipun harus merelakan rekor pribadinya dipatahkan dan harus puas start dari posisi kedua, pebalap andalan Dick Johnson Racing tersebut tetap menunjukkan sikap kesatria dengan memberikan pujian terbuka. "Selamat kepada Zach Bates. Itu benar-benar luar biasa, kerja bagus untuk kru Matt Stone," ungkap rival terdekatnya.
"Saya suka kisah tim underdog yang bagus. Saya pernah menjadi bagian dari masa lalu jadi saya sangat senang untuk orang-orang itu. Kami bertahan lebih lama di puncak dari yang saya duga. Saya hanya bangga pada tim dan saya menantikan hari esok," pungkasnya menyambut sengitnya balapan utama.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!