Kesempatan melihat Max Verstappen membela Mercedes di Formula 1? Pertanyaan itulah yang kerap dilontarkan kepada Toto Wolff dalam sesi media tahunannya bersama jurnalis Belanda di Zandvoort. Namun kali ini, jawabannya terasa berbeda—pintu itu tampak tertutup, meski Wolff masih menyisakan celah tipis.
Seandainya Mercedes berhasil mengalahkan Red Bull untuk mengamankan masa depan Verstappen pada 2014, sejarah F1 bisa berubah total. Saat itu, Verstappen masih rookie di Formula 3 dan terus meraih kemenangan, tetapi targetnya sudah jelas: langsung debut di kejuaraan dunia. Hanya Red Bull yang bisa menawarkan itu lewat tim juniornya.
Sejak saat itu, Mercedes dan Verstappen selalu menjadi rival. Dua tahun lalu, Wolff mengakui sempat melakukan pembicaraan dengan juara dunia tiga kali kala itu. Saat itu, ia sedang mencari pengganti Lewis Hamilton yang pindah ke Ferrari, dan meski sudah mengincar Kimi Antonelli, ia tentu tak akan menolak kesempatan merekrut Verstappen jika ada peluang. Sayangnya, peluang itu tak pernah benar-benar terbuka.

"Ya, itu masih ada. Entah kapan, mungkin 2026 atau tiga tahun lagi, saya belum tahu," ujar Wolff saat ditanya Motorsport.com soal kemungkinan Verstappen bergabung. Setahun kemudian, ia kembali mencoba mendekati Verstappen, tetapi pembalap Red Bull itu kembali menegaskan loyalitasnya pada tim Milton Keynes.
Kini, situasinya berbeda. Mercedes telah memperpanjang kontrak George Russell dan Antonelli hingga 2027, sementara Red Bull juga resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Verstappen menjelang balapan kandangnya. Wolff pun mengakui bahwa ia tak lagi melihat Verstappen segera bergabung. "Kami merasa keputusan untuk bertahan dengan George dan Kimi adalah pilihan yang tepat. Ini memungkinkan Kimi berkembang dan George terus memimpin," jelasnya.
Meski begitu, Wolff tidak sepenuhnya menutup pintu. "Bisa saja jalan kita tak pernah bersatu karena timing yang salah. Tapi bisa juga 50 persen kita akan balapan bersama di masa depan, jika itu cocok untuk kedua belah pihak," katanya. Dengan kontrak Verstappen di Red Bull hingga 2028, peluang itu tampaknya harus menunggu lebih lama lagi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!