Maverick Vinales akhirnya kembali ke lintasan MotoGP di Motegi akhir pekan ini setelah absen selama lima balapan karena cedera bahu. Namun, di balik comeback tersebut, ia melontarkan pernyataan mengejutkan: “Saya tidak mengerti apa yang diinginkan KTM dari saya.”
Pembalap Spanyol itu mengaku sempat berpikir tidak akan balapan lagi di musim 2026. Cedera tendon infraspinatus di bahu kanan memaksanya menjalani berbagai perawatan, termasuk suntikan plasma kaya platelet yang hanya meningkatkan kondisi sekitar 10 persen per bulan. Puncaknya, pada GP Jerman, ia memilih pulang karena keterbatasan gerak lengan.
Hubungan Vinales dengan KTM memang memanas. Awalnya, manajemen pabrikan Austria itu menjanjikan kursi tim pabrikan untuk 2027. Namun, inkonsistensi performa akibat masalah fisik membuat KTM berbalik arah dan mencoretnya, bahkan dari tim satelit. Yang menyakitkan, keputusan itu baru disampaikan resmi pada 30 Juni, saat kursi untuk musim depan sudah habis.

Sejak saat itu, Vinales tidak lagi turun di grand prix. Ia mengaku kecewa dengan sikap KTM, terutama kepada Guenther Steiner, wajah publik grup investor yang mengambil alih tim Tech 3 tahun lalu. “Saya sudah mencoba mencari logika dari semua yang terjadi dalam empat bulan terakhir, tapi tidak menemukannya,” ujarnya kepada Motorsport.com.
Kejutan datang 10 hari lalu ketika Steiner meneleponnya untuk mengikuti tes di Red Bull Ring usai GP Austria. Vinales pun hadir, dan hasilnya positif. Ia bahkan diberi kesempatan mencoba motor 2027. “Saya sangat terkejut ketika mereka menelepon dan mengizinkan saya mencoba motor tahun depan,” tambahnya.
Kembalinya Vinales ke Motegi menjadi momen krusial. Ia harus membuktikan bahwa kondisi fisiknya sudah pulih dan masih bisa kompetitif. Namun, bayang-bayang ketidakpastian kontrak untuk musim depan masih menghantui. Apakah ini awal comeback-nya atau justru akhir dari perjalanannya bersama KTM? Yang jelas, Vinales tidak lagi memercayai manajemen KTM sepenuhnya.
Bagi penggemar MotoGP, sosok Vinales selalu menarik untuk disimak. Karakter balapnya yang agresif dan kecepatan alaminya tak perlu diragukan. Tapi kali ini, ia tidak hanya melawan rival di lintasan, melainkan juga melawan ketidakpastian di dalam tim sendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!