Sebastian Vettel kembali mencuri perhatian di paddock Monza, bukan karena aksi balapnya, melainkan karena gagasannya tentang masa depan Formula 1. Juara dunia empat kali itu berbicara usai mengemudikan Ferrari F2002 milik Michael Schumacher, mobil bertenaga V10 yang memekakkan telinga, di Sirkuit Monza pada Grand Prix Italia.
Sebagai sosok yang vokal dalam isu lingkungan, Vettel sering dianggap berada di posisi sulit: mencintai balapan lawas yang boros bahan bakar, namun juga peduli pada keberlanjutan. Namun, ia menegaskan bahwa kedua hal itu tidak harus saling bertentangan. Kemajuan teknologi, menurutnya, membuka jalan untuk menggabungkan keseruan balapan dengan tanggung jawab ekologis.
Keseruan dan Tanggung Jawab Bisa Berdampingan
“Saya pikir ini menarik,” ujar Vettel. “Ada banyak hal yang bisa digali dari Formula 1. Tentu, dari sudut pandang pembalap, saya ingin mengendarai mobil terbaik dan memenangkan balapan. Tapi apa itu mobil terbaik? Mobil tahun 2002 adalah yang tercanggih saat itu dan mewakili banyak hal tentang Formula 1.”

Ia menambahkan bahwa mobil-mobil modern juga memiliki tujuan serupa, namun dengan penekanan pada performa, presisi, disiplin, kerja keras, serta tanggung jawab terhadap masa depan. “Saya mungkin tidak setuju dengan semua yang ada di regulasi saat ini dari sisi mengemudi, tapi ke depan, di situlah ada peluang besar untuk melibatkan lebih banyak orang,” lanjutnya.
Vettel menekankan bahwa tidak perlu ada yang dikecualikan. “Yang satu tidak harus meniadakan yang lain. Kita perlu menemukan praktik di segala hal sehingga kita bisa menggabungkan hal-hal yang kita cintai.”
Bahan Bakar Berkelanjutan sebagai Langkah Maju
Lebih lanjut, Vettel menyoroti bahan bakar berkelanjutan sebagai solusi masa depan, tidak hanya untuk F1 tetapi juga untuk seri balap lain. “Saya pikir bahan bakar berkelanjutan adalah langkah maju,” ujarnya. “Ada potensi besar tidak hanya untuk Formula 1 tetapi juga untuk menginspirasi seri balap lainnya.”
Ia juga menyinggung tanggung jawab dalam mengembangkan mobil generasi berikutnya. “Jika Anda membentuk mobil generasi berikutnya, ada banyak potensi untuk melakukannya secara bertanggung jawab karena beberapa hal yang mungkin luar biasa dari segi teknologi belum tentu bisa diterapkan di jalan raya. Saya pikir ada tanggung jawab untuk itu.”
Vettel mengaku antusias menyambut masa depan F1. “Saya menantikan apa yang akan datang, karena saya pikir F1 memiliki begitu banyak nilai baik yang membentuk dan menginspirasi hidup saya serta menyentuh banyak orang di seluruh dunia. F1 memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu pada banyak hal lain yang bermakna dan berdampak.”
Pandangan Vettel ini seolah menjadi jembatan antara generasi emas F1 yang penuh adrenalin dan era baru yang menuntut kesadaran lingkungan. Di tengah perdebatan regulasi 2026 yang tengah hangat, suara seorang juara dunia seperti Vettel tentu memiliki bobot tersendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!