SPONSORED

Verstappen: Red Bull Masih Kurang Grip dan Keseimbangan di Sprint Zandvoort

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Verstappen: Red Bull Masih Kurang Grip dan Keseimbangan di Sprint Zandvoort
TO NEWS OVERVIEW
Verstappen: Red Bull Masih Kurang Grip dan Keseimbangan di Sprint Zandvoort

Max Verstappen mengakui Red Bull masih kekurangan grip dan keseimbangan setelah hanya mampu menempati posisi keenam pada kualifikasi sprint F1 GP Belanda di Zandvoort. Padahal, sebelumnya ia mengumumkan komitmen jangka panjangnya bersama tim hingga 2030.

Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Max Verstappen sempat mengeluhkan kualitas pergantian gigi yang buruk, masalah yang kerap muncul musim ini, ditambah grip rendah dan keseimbangan oversteer. Ia finis di posisi ke-11 yang tidak biasa, tertinggal 1,376 detik dari pebalap Mercedes, Kimi Antonelli.

Namun, perubahan set-up sebelum kualifikasi sprint membawa perbaikan. Verstappen berhasil menembus sesi kualifikasi terakhir (SQ3) dan mengamankan posisi keenam, di depan Lewis Hamilton dari Ferrari. "Saya rasa kami mengungguli satu mobil dari tim depan," ujarnya kepada F1 TV. "Agak sulit menemukan grip dan keseimbangan. Ini sudah langkah maju dari FP1, tapi masih kurang sedikit untuk bisa lebih ke depan."

Pole Sprint Russell di Zandvoort, Mercedes Andalkan Kecepatan di Lurus
Baca JugaPole Sprint Russell di Zandvoort, Mercedes Andalkan Kecepatan di Lurus

Verstappen menambahkan bahwa tim harus memahami apa yang bisa dilakukan dengan keseimbangan mobil untuk balapan sprint dan Grand Prix. "Kami perlu menemukan lebih banyak grip dan keseimbangan untuk menutup jarak ke para pebalap terdepan," katanya.

ADVERTISEMENT

Dengan komitmen jangka panjangnya, Verstappen tampak pasrah dengan situasi ini. Ia tidak lagi menunjukkan ancaman pindah tim seperti musim-musim sebelumnya, melainkan memilih untuk fokus bekerja dengan tim. Red Bull memang punya rekam jejak mampu memperbaiki set-up secara dramatis dalam semalam, tetapi tahun ini tidak cukup untuk membuat mobil menjadi penantang kemenangan balapan yang sesungguhnya.

Perbandingan dengan rekan setim penggantinya, Liam Lawson, menunjukkan betapa sulitnya mobil ini. Lawson, yang menggantikan Sergio Perez, justru lebih cepat di SQ1 dengan 1m13.420s, tetapi gagal melaju ke SQ3 setelah hanya mencatat 1m13.136s di SQ2. Sementara Verstappen meningkatkan waktu menjadi 1m12.745s di SQ2 dan 1m12.094s di SQ3, namun masih tertinggal 0,527 detik dari George Russell yang meraih pole.

Yang paling mengkhawatirkan bagi Red Bull adalah fakta bahwa jarak antara Russell dan Oscar Piastri dari McLaren sangat ketat, menunjukkan bahwa mobil mereka masih jauh dari persaingan terdepan. Verstappen sendiri mengakui bahwa ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk bisa bersaing di barisan depan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU