SPONSORED

Verstappen Bicara ADUO: Monza Ungkap Kelemahan Red Bull

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Verstappen Bicara ADUO: Monza Ungkap Kelemahan Red Bull
TO NEWS OVERVIEW
Verstappen Bicara ADUO: Monza Ungkap Kelemahan Red Bull

Max Verstappen tidak pernah kehilangan kata-kata tajam. Setelah balapan Monza, pembalap Red Bull itu kembali menyoroti keputusan FIA soal sistem ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) yang dianggapnya tidak adil. Menurutnya, performa di Monza menjadi bukti nyata bahwa masih ada perbedaan signifikan dalam hal deployment power unit Mercedes.

Keputusan FIA yang diumumkan setelah Zandvoort sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di paddock sejak Monaco: setiap pabrikan mendapat token ADUO, kecuali Red Bull Ford Powertrains. Berdasarkan periode pengukuran pertama, Red Bull menempati peringkat teratas dengan mesin pembakaran internal (ICE) terkuat, dan periode kedua yang berakhir setelah GP Hungaria tidak mengubah posisi itu.

Max Verstappen di Monza
Max Verstappen saat balapan di Monza (Foto: Mark Thompson/Getty Images)

Namun, keterlambatan pengumuman resmi itu ternyata berkaitan erat dengan ketidakpuasan Red Bull di balik layar. Tim asal Milton Keynes itu berulang kali meminta klarifikasi, bahkan CEO Oliver Mintzlaff terlibat langsung. Verstappen sendiri sempat berhati-hati dalam berkomentar, tetapi setelah pengumuman resmi, ia justru mengungkapkan bahwa diskusi masih berlanjut. "Komentar saya masih sama seperti sebelumnya. Kami sebagai tim terkejut dan kami melihat angka yang berbeda, jadi kami masih berdiskusi dengan FIA. Kita lihat hasilnya nanti," ujarnya kepada Motorsport.com.

Montoya: Verstappen Tepat Bertahan di Red Bull, Dapat Update Duluan
Baca JugaMontoya: Verstappen Tepat Bertahan di Red Bull, Dapat Update Duluan

Pernyataan itu cukup mengejutkan karena hasil sudah diumumkan secara resmi. FIA pun mengklarifikasi bahwa Red Bull tetap tidak puas dan terus menyuarakan ketidaksetujuan, meski hal itu tidak akan mengubah hasil. Masalahnya lebih dalam: sistem pengukuran hanya didasarkan pada ICE, sementara peluang upgrade juga mencakup sisi elektrik power unit. Direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, sebenarnya terbuka untuk mempertimbangkan parameter lain, tetapi tim dan pabrikan bersikeras agar sistem tetap sederhana.

ADVERTISEMENT

Dengan Red Bull di puncak peringkat ICE, kelemahan sistem ini terekspos dengan cara terburuk. Red Bull tertinggal di sisi elektrik dan perlu membenahi itu, tetapi tidak bisa karena tidak mendapat token ADUO. Red Bull Racing pun terjebak dalam situasi sulit: mereka dianggap memiliki mesin terbaik, namun sebenarnya butuh pengembangan di area lain. Monza, dengan karakteristik sirkuit yang menguji kecepatan dan efisiensi, menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan bahwa jarak dengan Mercedes masih terasa.

Verstappen mungkin tidak bisa mengubah keputusan FIA, tetapi ia terus menyuarakan keresahan timnya. Ini bukan sekadar soal angka di atas kertas, melainkan soal keadilan kompetisi. Jika sistem tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin ketegangan antara Red Bull dan FIA akan berlanjut hingga musim-musim berikutnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU