Ketika lampu padam di Monza, harapan Ferrari untuk bangkit di kandang sendiri berubah menjadi mimpi buruk yang nyaris sempurna. Lewis Hamilton finis keenam, sementara Charles Leclerc—yang sempat merusak sayap depan Hamilton saat start—justru berakhir di dinding Parabolica pada lap kedua. Alih-alih memperkecil jarak, tim asal Maranello itu malah kian tertinggal jauh di kedua klasemen.
Frederic Vasseur, team principal Ferrari, mengakui bahwa skenario terburuk benar-benar terjadi. “Kami tahu akan kehilangan banyak di kecepatan puncak, dan itulah yang terjadi—bahkan di balapan mungkin lebih buruk dari perkiraan,” ujarnya. “Kami kehilangan posisi tanpa bisa merespons, dan harus memeras ban terlalu keras di tikungan hingga aus lebih cepat dari rival.”
Hasil ini membuat Lewis Hamilton kini tertinggal 76 poin dari Andrea Kimi Antonelli di klasemen pembalap. Di klasemen konstruktor, Ferrari terpaut 122 poin dari Mercedes dan hanya unggul 59 poin atas McLaren, yang di Monza finis di depan Hamilton melalui Lando Norris dan Oscar Piastri.

Vasseur menolak larut dalam keputusasaan. Ia justru melihat sisa musim sebagai serangkaian peluang, dengan Madrid sebagai target berikutnya. “Kami harus menjalani balapan demi balapan dan memberikan yang terbaik di setiap akhir pekan,” katanya. “Kami tahu Monza akan menjadi yang terberat, tapi Madrid sudah di depan mata—itu kesempatan bagus untuk kami.”
Namun, kekhawatiran muncul bukan hanya dari kurangnya kecepatan di trek lurus. Eksekusi akhir pekan Ferrari kembali dipertanyakan, terutama setelah insiden start yang melibatkan kedua pembalapnya sendiri. Dengan sisa musim yang terus menipis, Ferrari tidak punya ruang untuk kesalahan lagi jika masih ingin menyelamatkan musim yang penuh gejolak ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!