Petinggi tim berafiliasi Red Bull, Laurent Mekies, mengeluarkan tuntutan keras agar seluruh pemangku kepentingan di Formula 1 segera menyelesaikan polemik regulasi power unit 2027 secara permanen. Saat ini, FIA dan manajemen Formula 1 masih terjebak dalam negosiasi alot dengan lima pabrikan mesin terkait perubahan pilar utama regulasi teknis, yakni rasio keluaran tenaga. Desain awal yang membagi beban kerja 50:50 antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem baterai 350 kW dinilai telah memicu krisis operasional di lintasan, terutama terkait masalah "super-clipping" di mana mobil kehabisan tenaga listrik di ujung trek lurus, memaksa pembalap melakukan manuver lift and coast ekstrem yang merusak ritme kualifikasi maupun balapan.
Menjelang balapan di Miami, sebenarnya telah disepakati sebuah prinsip baru untuk mengubah rasio tersebut menjadi 60:40 dengan porsi lebih besar pada ICE untuk musim 2027. Namun, langkah krusial ini menemui jalan buntu akibat penolakan keras dari kubu Ferrari dan pabrikan baru Audi, yang merasa dirugikan oleh proposal tersebut. Di sisi lain, Honda, Mercedes HPP, dan divisi mesin Red Bull Powertrains memberikan dukungan penuh atas perubahan ini. Proses ratifikasi regulasi ini membutuhkan persetujuan mayoritas super atau minimal empat dari lima pabrikan mesin yang tergabung dalam Komite Penasihat Power Unit, ditambah persetujuan mutlak dari FIA dan Formula 1, sebuah angka yang mustahil tercapai selama blokade politik masih berlanjut.
Melansir dari laporan eksklusif RacingNews365, Mekies mendesak setiap pabrikan untuk membuang ego sektoral dan tidak lagi mengukur regulasi semata-mata berdasarkan tingkat daya saing relatif tim mereka sendiri. Sang manajer menegaskan bahwa prioritas utama haruslah kualitas produk balapan di atas lintasan. Ia optimistis bahwa kompromi teknis dapat tercapai jika semua pihak menyadari bahwa fenomena mobil kehabisan baterai di tengah trek lurus akan sangat merugikan nilai hiburan kejuaraan. Mekies menuntut agar solusi konkret segera diketok palu secara final, sehingga isu fundamental mengenai pemetaan energi baterai dan batas aliran bahan bakar ini tidak terus-menerus menjadi topik perdebatan berulang yang merusak fokus pengembangan teknis di pabrik.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!