Yuki Tsunoda mengaku Racing Bulls 'cukup terkesan' dan 'cukup senang' dengan penampilan comeback satu balapannya di Grand Prix Belanda Formula 1. Pembalap asal Jepang itu finis di posisi ke-11, nyaris mencetak poin, setelah menggantikan Liam Lawson di Zandvoort. Lawson kembali ke kursi Red Bull, sementara Isack Hadjar absen karena cedera sebelum akhir pekan, membuka jalan bagi Tsunoda untuk turun balapan.
Meski belum familiar dengan VCARB 03, Tsunoda mampu bertahan dekat dengan rekan setimnya yang masih rookie, Arvid Lindblad. Padahal, Tsunoda sebelumnya pernah membalap untuk Red Bull dan Racing Bulls, tetapi belum pernah mengendarai generasi mobil baru di bawah regulasi terbaru. Adaptasinya yang cepat menjadi sorotan sepanjang akhir pekan.
"Sejujurnya, saya sangat senang," kata Tsunoda kepada media, termasuk Motorsport Week. "Tentu, saya sangat menikmati kualifikasi ini. Kualifikasi kemarin tidak buruk, tapi saya belum tahu batasannya, mobilnya masih baru. Tapi kualifikasi kali ini lebih seperti kualifikasi yang sesungguhnya, saya bisa lebih percaya pada mobil dan melempar mobil ke tikungan."

Di sesi latihan bebas satu-satunya, Tsunoda tertinggal 0,825 detik dari Lindblad, namun jarak itu menyempit di Sprint Qualifying dan Qualifying. Pada balapan utama, Tsunoda bahkan mampu berada di depan rookie tersebut dan finis satu posisi lebih baik, mengamankan P11.
Belajar di Setiap Lap
Meski tampil impresif, Tsunoda mengakui adaptasi dengan mesin baru tidak mudah. "Ini mobil yang berbeda, benar-benar berbeda," lanjutnya. "Perasaan saat mengerem, Anda tahu? Saya masuk ke simulator VCARB, dan hal pertama yang saya rasakan, ketika saya mengerem seperti tahun lalu, saya menabrak dinding! Besarnya tekanan, batasannya, berbeda. Dan downforce juga berbeda. Juga penggunaan energi, di mana harus membuang, semuanya, tiba-tiba Anda mendapatkan deselerasi dari mobil."
"Hal-hal itu tidak mudah untuk beradaptasi. Jujur, banyak hal yang harus saya kejar, tapi saya bisa terbiasa lebih cepat dari yang saya perkirakan. Jadi, saya cukup puas dengan apa yang saya lakukan," tambahnya. Tsunoda juga mengungkapkan bahwa balapan Sprint membantunya berkembang untuk kualifikasi karena ia belajar di setiap lap.
"24 lap itu, setiap lap saya bisa belajar, dan saya pikir saya bisa membuktikannya di kualifikasi ini, setiap sesi saya semakin dekat," ujarnya. Selain itu, pembalap cadangan Red Bull itu menyebut Racing Bulls berharap bisa menembus Q3 dengan dua mobil, tetapi mereka tetap senang dengan usahanya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!