Formula 1, Sportrik Media - Kepala tim Mercedes Toto Wolff menilai Presiden dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali dapat mencegah pabrikan mesin rival “bersekongkol” melawan mesin kontroversial Mercedes menjelang musim 2026.
Komite Power Unit Advisory Committee (PUAC) dijadwalkan bertemu di Bahrain International Circuit untuk membahas potensi perubahan aturan terkait metode pengukuran rasio kompresi mesin, menjelang homologasi power unit pada 1 Maret.
Ferrari, Audi, Honda, dan Red Bull Powertrains dikabarkan mendorong perubahan agar rasio kompresi mesin diukur dalam kondisi panas, bukan pada suhu ambien seperti yang tercantum dalam regulasi saat ini. Mesin Mercedes diyakini mampu mencapai rasio 18:1 dalam kondisi panas, melampaui batas regulasi 16:1.

Pertemuan PUAC tersebut akan menentukan apakah perubahan aturan dapat diterapkan. Setiap revisi membutuhkan dukungan empat dari lima pabrikan mesin, ditambah suara dari FIA dan Formula One Management, yang dikenal sebagai mekanisme supermajority.
Wolff mengklaim Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem telah mengindikasikan dukungannya terhadap desain mesin Mercedes, meski belum ada pernyataan publik resmi dari FIA maupun pihak FOM.
Menurut Wolff, suara dari FIA dan Domenicali akan sangat krusial bagi peluang Mercedes untuk mempertahankan spesifikasi mesin tersebut, sekaligus mencegah pabrikan lain mengambil keputusan kolektif yang merugikan satu pihak.
“Dalam olahraga ini, ada individu yang ingin menjadikannya seperti kejuaraan dengan Balance of Performance tanpa menyebutnya BOP,” ujar Wolff.
“Artinya, mereka tidak ingin kecerdikan teknik, dan lebih memilih level playing field, sehingga muncul aturan-aturan baru yang justru membuat semuanya lebih kompleks.”
“Esensi Formula 1 adalah mencari performa, menarik insinyur terbaik, dan memberi mereka kebebasan mengembangkan solusi teknis. Terkadang aturan itu menguntungkan, terkadang merugikan.”
“Tapi saya percaya bahwa Presiden FIA dan Stefano Domenicali akan melihatnya secara menyeluruh, dan menghindari terlalu banyak permainan politik.”
Dengan proses voting supermajority yang melibatkan pabrikan mesin, FIA, dan FOM, keputusan akhir mengenai aturan rasio kompresi akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah persaingan mesin pada era regulasi baru F1 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!