SPONSORED

Toto Wolff Sindir Masalah Track Limits Andrea Kimi Antonelli di GP Singapura 2026

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Toto Wolff Sindir Masalah Track Limits Andrea Kimi Antonelli di GP Singapura 2026
TO NEWS OVERVIEW
Toto Wolff made light of the situation after the race

Prinsipal tim Mercedes, Toto Wolff, melontarkan candaan bernada sindiran usai pembalap mudanya, Andrea Kimi Antonelli, berulang kali melakukan pelanggaran batas lintasan atau track limits pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura.

Dalam insiden yang terjadi di Sirkuit Marina Bay tersebut, sang pembalap muda nyaris saja mendapatkan hukuman penalti waktu lima detik akibat empat kali keluar dari garis putih. Untungnya, para pengawas balapan memutuskan untuk membebaskannya dari sanksi karena ia terbukti sedang berjibaku dengan masalah rem pada mobil W17 miliknya serta dinilai tidak mendapatkan keuntungan apa pun saat melebar di Tikungan 7.

Menanggapi insiden menegangkan itu setelah bendera finis berkibar, Wolff langsung menyampaikan pujian sekaligus lelucon khas melalui rapid komunikasi tim. "Kimi, mengemudi dengan baik. Bagus sekali. Mungkin kita perlu menaruh sedikit bantalan di bawah pantatmu agar kamu duduk lebih tinggi untuk mengatasi masalah batas lintasan itu, tapi itu sangat bagus," ucap Wolff via team radio.

Kimi Antonelli Peringatkan Ancaman Nyata Max Verstappen Jelang Titel F1 2026
Baca JugaKimi Antonelli Peringatkan Ancaman Nyata Max Verstappen Jelang Titel F1 2026

Tidak berhenti di situ, dalam sesi bincang-bincang bersama para awak media di paddock Singapura, pria asal Austria tersebut kembali melontarkan candaan segar sebelum akhirnya memuji tingkat kematangan mental pembalap berusia 20 tahun asal Italia tersebut. "Saya punya strategi bagus, saya akan mengambil bantal dari hotel untuk ditaruh di bawah pantatnya, agar dia benar-benar bisa melihat jalan, karena saya rasa dia tidak bisa melihatnya," ujar Wolff.

ADVERTISEMENT

"Jadi ya, di bawah pantatnya agar dia bisa melihat. Itu membuat kami stres. Setengah balapan berjalan kita sudah mencatat tiga kali peringatan, tetapi itu juga menunjukkan bahwa dia sangat mendorong batas kemampuan mobil. Saya pikir cara dia mengemudikannya sangat matang dan bagus. Kami membicarakannya dan dia berkata, 'Saya hanya harus tetap tenang di sini dan memastikan saya menyelesaikan balapan'. Jadi, menangani mobil yang sulit pada tahap itu dan mencoba mengembangkannya serta belajar, itu sangat bagus," tambahnya.

Berkat finis di posisi ketiga di Singapura, Antonelli kini berada di ambang sejarah besar untuk mengamankan gelar juara dunia Formula 1 pertamanya dan berpotensi memecahkan rekor sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1 pada seri balap berikutnya di Grand Prix Amerika Serikat, Austin, yang dijadwalkan berlangsung pada 23-25 Oktober mendatang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU