Max Verstappen bersiap menghadapi babak baru Formula 1 2026 setelah Red Bull mengonfirmasi rotasi teknis krusial menjelang akhir musim. Hubungan kerja ikonik antara sang juara dunia empat kali dengan Gianpiero Lambiase akan segera berakhir menyusul kepindahan sang insinyur balap ke McLaren pada musim mendatang. Sebagai langkah transisi, Red Bull mulai melakukan penyesuaian susunan kru garasi lebih awal dari perkiraan.
Keputusan besar ini resmi diambil setelah pembicaraan intensif di internal tim, di mana Tom Hart ditunjuk untuk mendampingi Verstappen mulai akhir pekan depan di Circuit of the Americas. Rencananya, Hart akan mengemban tugas krusial tersebut dalam tiga seri balapan beruntun, yakni di Amerika Serikat, Brasil, serta Las Vegas, guna membangun komunikasi solid bersama pembalap andalan skuad berbasis Milton Keynes tersebut.
Meskipun Hart dipersiapkan untuk mengambil alih kendali komunikasi radio di beberapa balapan tersisa, Lambiase tidak langsung meninggalkan paddock sepenuhnya. Ia diproyeksikan tetap mendampingi Verstappen di garasi pada seri Qatar dan Abu Dhabi, serta balapan di Meksiko. Sementara itu, diskusi lanjutan terus bergulir antara Red Bull dan McLaren untuk menentukan tanggal pasti kapan Lambiase dapat mulai bekerja secara resmi di markas Woking.

Sebelum keputusan ini bulat diambil, Tom Hart sempat dikabarkan nyaris bergabung dengan tim Williams untuk bekerja sama dengan Alex Albon. Namun, rencana tersebut berubah total setelah Verstappen secara khusus menyampaikan preferensinya agar Hart dipertahankan di dalam struktur tim Red Bull, yang akhirnya membuat sang insinyur mengurungkan niat pindah ke markas Grove.
Momen selebrasi podium di Grand Prix Singapura beberapa waktu lalu tampaknya menjadi isyarat awal dari rencana transisi besar ini. Ketika Verstappen keluar sebagai pemenang di Marina Bay, Red Bull justru menugaskan Lambiase naik ke atas podium untuk mewakili tim menerima trofi kemenangan, sebuah gestur langka yang kini dipahami sebagai tanda penghargaan atas dedikasi panjang sang insinyur.
Terkait momen mengejutkan di Singapura tersebut, Verstappen mengakui dirinya sama sekali tidak menduga keputusan tim. "Saya ingat dia mengatakan kepada saya di Vegas tahun lalu, 'Ini mungkin terakhir kalinya saya berdiri di podium'. Saya bilang, 'Jangan konyol, kita akan menang bersama lebih banyak kali lagi'. Tapi saya pikir saya justru menyumpahinya dengan ucapan itu," ungkap pembalap asal Belanda tersebut dalam konferensi pers pascabalap.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!