SPONSORED

Tensi Memuncak di Garasi Mercedes Usai George Russell Kehilangan Pole di Sao Paulo

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0 Google Add us as preferred source
Tensi Memuncak di Garasi Mercedes Usai George Russell Kehilangan Pole di Sao Paulo
TO NEWS OVERVIEW
© XPB Images

Kemarahan menyelimuti kubu Mercedes setelah sesi kualifikasi Grand Prix Brasil di sirkuit Interlagos berakhir dengan drama panas di garasi. George Russell tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam usai instruksi dari dinding pit untuk membatalkan putaran terakhirnya merusak peluang emas merebut posisi start terdepan. Keputusan taktis tersebut diambil saat kondisi trek diguyur hujan lebat yang memaksa penundaan panjang selama sekitar 90 menit di Sao Paulo.

Pembalap asal Inggris tersebut sebenarnya mampu mengamankan posisi kedua di garis start setelah mencatatkan waktu yang kompetitif. Namun, ia harus mengakui keunggulan Lando Norris yang tampil perkasa merebut pole position keempatnya musim ini. Selisih waktu tipis 0,204 detik memisahkan kedua kompatriot tersebut di ujung sesi Q3 yang sangat kacau akibat cuaca ekstrem dan insiden di lintasan.

Akar kekecewaan bermula ketika insinyur balapnya, Marcus Dudley, memerintahkan pembalap bernomor mobil 63 itu untuk mengangkat kaki dari pedal gas setelah menemui mobil Williams milik Alex Albon di sektor tengah. Russell sangat yakin bahwa putaran tersebut sudah cukup membawanya meraih waktu tercepat. Sayangnya, intensitas hujan yang semakin lebat sesudahnya menutup total peluang seluruh pembalap untuk memperbaiki catatan waktu mereka di sisa waktu kualifikasi.

Lando Norris Amankan Pole Position di Grid Kacau GP Brasil
Baca JugaLando Norris Amankan Pole Position di Grid Kacau GP Brasil

Situasi di garasi semakin memanas ketika komunikasi radio memperdengarkan perdebatan sengit antara sang pembalap dengan prinsipal tim Toto Wolff. Melalui sambungan radio, sang pembalap meluapkan emosinya karena diminta melambat, yang langsung ditengahi oleh Wolff dengan mengingatkan bahwa posisinya berada di tempat kedua. Namun, respon tegas ditunjukkan sang bintang yang menyatakan bahwa dirinya tidak mengincar posisi runner-up melainkan posisi puncak.

ADVERTISEMENT

Petaka bagi pembalap andalan panah perak ini tidak berhenti sampai di situ saja, sebab ia masih harus menerima hukuman penundaan turun lima grid akibat pergantian komponen mesin pembakaran internal baru pada mobil W17 miliknya. Alhasil, ia harus rela turun ke peringkat ketujuh saat balapan utama akhir pekan ini dimulai di hadapan ribuan penonton setia.

Meski dihadapkan pada situasi pelik dan start dari posisi tengah, keyakinan tinggi justru terpancar dari sang pembalap terkait performa mobilnya di atas lintasan basah. Ia mengaku merasakan koneksi yang sangat baik dengan kendaraannya untuk pertama kalinya setelah sekian lama mengalami kesulitan dalam menemukan set-up yang ideal. Kepercayaan diri yang tumbuh pesat di bawah terpaan air hujan ini memberikannya secercah harapan untuk melakukan perbaikan posisi saat lampu start utama padam nanti.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU