Triple Eight Race Engineering mengungkap bahwa mereka menemukan restriktor 49 mm pada mobil Ford milik Will Brown, satu milimeter lebih kecil dari spesifikasi yang ditentukan, pada Selasa pekan lalu. Temuan ini terjadi setelah musim berjalan, memicu pertanyaan besar di paddock Supercars mengenai mengapa tim tidak dirujuk ke pengawas balapan.
Restriktor tersebut dipasok langsung oleh Supercars, dan Triple Eight secara terbuka mempertanyakan mengapa mereka menerima komponen yang "di luar spesifikasi". Namun, tanggung jawab akhir untuk memastikan mobil legal berada di tangan tim. Pernyataan Triple Eight sendiri menjadi pengakuan bahwa mereka gagal memenuhi kewajiban tersebut.
Manajer Tim Triple Eight, Jamie Whincup, menjelaskan bahwa kasus ini digolongkan sebagai pelanggaran minor. "Tentu saja kami memikirkannya," ujarnya kepada Speedcafe. "Ini termasuk dalam [non-compliance] minor, dan kemudian prosesnya adalah apakah itu memberikan keuntungan? Jelas itu bukan keuntungan, jadi kami tidak khawatir tentang aturan."

Jika kasus ini dirujuk ke pengawas, Triple Eight berpotensi mengubah narasi mereka, sehingga tidak ada bukti konkret bahwa restriktor yang salah benar-benar digunakan. Whincup juga mengungkapkan bahwa diskusi dengan Supercars telah berlangsung sejak pengumuman mengejutkan tersebut.
Supercars sebelumnya mengklaim bahwa restriktor yang lebih kecil itu dipinjamkan ke Triple Eight hanya untuk acara peluncuran pra-musim di Geelong. Namun, apakah tim diberi tahu tentang hal ini masih menjadi perdebatan. Whincup mengaku tidak ada yang bisa mengingat detail tersebut. "Kami menelepon dan berkata kami butuh restriktor untuk mobil ini, kami perlu menjalankannya, dan restriktor dikirimkan," jelasnya.
Speedcafe memahami bahwa Triple Eight kemudian memesan dua restriktor tambahan untuk awal musim, masing-masing untuk mobil Broc Feeney dan entri ketiga baru yang dikendarai Jackson Walls. Ekspansi ini mungkin menjadi faktor kebingungan di tengah situasi yang sangat sibuk.
Whincup menggambarkan momen itu sebagai "sangat hectic" dengan komunikasi yang gagal. "Kami mengira itu restriktor kami untuk tahun ini. Apakah itu dikomunikasikan atau tidak, tidak ada yang tahu," tambahnya.
Supercars biasanya memasok restriktor dengan warna anodisasi sesuai ukurannya untuk menghindari kebingungan, tetapi Whincup mengatakan hal itu tidak terjadi kali ini. "Kami punya restriktor tanpa anodisasi, dan saat kami selidiki, semua Ford lain punya restriktor anodisasi. Jadi kami mendapat batch sebelum batch," ungkapnya. "Tapi kami hanya melihat mobil kami sendiri, tidak melihat mobil orang lain. Jadi kami tidak menyadari perbedaannya."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!