Kontroversi hasil Grand Prix Monaco belum juga usai. Alpine, Red Bull, dan McLaren resmi membawa sengketa penalti pit lane yang dialami Pierre Gasly ke Pengadilan Internasional FIA. Kedua tim menantang keputusan yang membatalkan dua penalti speeding yang diterima Gasly, yang akhirnya mengembalikan pembalap Prancis itu ke posisi ketiga setelah Alpine berhasil mengajukan hak peninjauan.
Gasly awalnya mendapat dua hukuman lima detik setelah tercatat melaju 60,1 km/jam dan 60,4 km/jam, melewati batas 60 km/jam di pit lane pada balapan 7 Juni lalu. Penalti itu menjatuhkan pembalap Alpine dari posisi ketiga ke ketujuh dalam klasemen sementara sebelum tim protes atas pengukuran yang dilakukan.
Alpine mengajukan dua permohonan hak peninjauan setelah balapan. Steward kemudian memutuskan ada bukti baru yang tidak tersedia saat penalti awal dijatuhkan. Kasus ini berpusat pada jarak yang digunakan Formula One Management untuk menghitung kecepatan Gasly di pit lane, yang kemudian terbukti diukur secara tidak akurat. FOM mengakui selama proses peninjauan bahwa angka tersebut membuat kecepatan Gasly tercatat lebih tinggi dari seharusnya.

Kedua penalti lima detik akhirnya dibatalkan pada 12 Juni, memaksa klasemen balapan dan poin kejuaraan diubah. Gasly kembali naik ke posisi ketiga, sementara Isack Hadjar dari Red Bull turun ke posisi keempat dan Oscar Piastri dari McLaren turun ke posisi kelima. Liam Lawson juga turun ke posisi keenam dan Arvid Lindblad ke posisi ketujuh sebagai konsekuensi kembalinya Gasly ke podium.
Hasil ini memicu McLaren dan Red Bull untuk melangkah lebih jauh. Kedua tim mengajukan banding ke FIA pada 16 Juni. Badan pengatur motorsport itu kini mengonfirmasi bahwa banding akan disidangkan di Paris pada Selasa, 25 Agustus, dua hari setelah Grand Prix Belanda. Banding mereka secara spesifik menentang Keputusan No. 1 dan No. 2 dalam Dokumen 99 yang menghapus dua penalti yang dijatuhkan pada Gasly.
Jika banding berhasil, hasil Monaco bisa berubah untuk kedua kalinya dan mengubah poin yang diberikan kepada kedua tim dan pembalap mereka. Beberapa pembalap lain juga dihukum karena speeding di pit lane selama balapan Monaco, termasuk Lewis Hamilton, George Russell, Franco Colapinto, dan Piastri. Mercedes sempat mempertimbangkan opsi setelah Russell terlibat dalam kontroversi ini, tetapi akhirnya memilih tidak melanjutkan tindakan lebih lanjut.
Sidang Pengadilan Internasional FIA akan digelar tertutup untuk umum dan media demi alasan kerahasiaan, dengan kehadiran hanya untuk pihak yang berwenang. FIA mengatakan keputusannya akan dipublikasikan sesegera mungkin setelah sidang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!