Mantan juara dunia Formula 1, Nico Rosberg, meyakini bahwa Max Verstappen sepenuhnya bersalah atas kecelakaan mengejutkan di lap pertama yang membuatnya tersingkir dari Grand Prix kandangnya sendiri.
Dalam balapan F1 terakhir yang akan digelar di Zandvoort dalam waktu dekat, ribuan 'tentara oranye' Verstappen memadati sirkuit dengan harapan sang pahlawan tuan rumah mampu memberikan performa terbaik. Namun, akhir pekannya yang dimulai dengan pengumuman perpanjangan kontrak besar bersama Red Bull, justru berakhir dengan kecelakaan mengerikan di tikungan terakhir pada lap pembuka.
Sebelum balapan, hujan deras turun di beberapa titik saat mobil meninggalkan pit menuju grid. Namun, sesaat sebelum lampu padam, matahari mulai muncul kembali. Sayangnya, beberapa bagian sirkuit Zandvoort masih basah, dan Verstappen yang sedang bertarung dengan rekan setim sementara, Liam Lawson, kehilangan kendali atas RB22-nya saat keluar dari tikungan terakhir. Mobilnya meluncur liar dan menghantam pembatas, sebelum berhenti di sisi lain sirkuit, memicu bendera merah.

Pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, juga mengalami kecelakaan, namun untungnya pembalap lain berhasil menghindari kekacauan tersebut. Berbicara sebagai analis untuk Sky Sports F1, Rosberg yang merupakan juara dunia 2016 menunjukkan bahwa jika seorang pembalap sekelas Verstappen pun bisa celaka, maka kondisi lintasan saat itu memang sangat sulit.
"Pertama-tama, lintasan basah. Basah-kering. Campuran dari segalanya. Sangat sulit. Dengan ban slick, melewati tikungan kecepatan tinggi seperti ini adalah hal tersulit di dunia," ujarnya. "Max jelas lebih agresif daripada yang lain, dan jika dilihat lebih dekat, jalur kering tampak bergeser sekitar 50 sentimeter dari sisi dalam. Saya pikir dia hanya sedikit terlalu banyak menekan gas, dan Anda langsung hilang kendali."
Rosberg menambahkan, "Dan lihatlah, dia pembalap terbaik saat ini, salah satu yang terhebat sepanjang masa. Itu menunjukkan betapa sulitnya kondisi seperti ini." Verstappen sendiri mengakui bahwa dia masih "sedikit terlalu cepat" untuk menekan gas saat itu, yang akhirnya mengakhiri peluangnya meraih hasil positif di depan para pendukungnya yang setia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!