Alex Rins mengaku nyaris kehilangan kendali atas emosinya—dan mungkin juga isi perutnya—ketika Jack Miller memberinya tumpangan kembali ke pitlane usai sesi latihan bebas MotoGP Jepang di Motegi. Insiden ringan namun menghibur itu terjadi setelah motor Yamaha pabrikan Rins kehabisan bahan bakar tepat setelah melewati garis finis, meninggalkannya terdampar di lintasan.
Rins pun memberi isyarat kepada pembalap lain untuk berhenti. Miller, yang melintas dengan motor Pramac, tak ragu mengulurkan tangan—atau lebih tepatnya, memberi tumpangan boncengan. Aksi keduanya langsung mencuri perhatian penonton yang memadati Sirkuit Motegi.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat Rins harus menahan napas. Miller sempat menurunkan lututnya ke aspal saat menikung, meninggalkan kaki Rins yang menggantung di sisi kanan motor. Tak berhenti di situ, pembalap Australia itu juga melakukan stoppie kecil di lintasan lurus, membuat roda belakang terangkat. Rins pun bertahan sekuat tenaga.

"Saya menikmatinya. Benar-benar menyenangkan. Ini gila, kawan," ujar Rins kepada media. "Stoppie-nya tidak buruk. Kami melakukannya dengan baik. Tapi ketika dia mencoba memiringkan motor untuk menyentuh aspal dengan lutut, saya seperti, 'Wow, kawan'. Saat itu saya hampir buang air besar. Saya hampir buang air besar karena saya berada di bagian belakang motor. Saya tidak bisa memegangnya dengan baik."
Rins menambahkan bahwa kaki kanannya terentang penuh saat Miller menikung, dan dia sempat berpikir bahwa jika mereka jatuh, semuanya akan berantakan. Meski begitu, dia tetap menganggap momen itu sebagai pengalaman yang menyenangkan dan akan menjadi tontonan menarik di televisi.
Sementara itu, Miller mengaku tidak menyadari bahwa Rins tidak memiliki pijakan kaki terpisah di bagian belakang motor. "Saya berharap dia bisa menurunkan lututnya dan itu akan menjadi foto yang keren, tapi kemudian saya melihat ke belakang, dan saya pikir, 'Oh, dia tidak punya pijakan kaki, ya?'. Jadi, jelas, dia tidak punya tempat untuk meletakkan kakinya agar bisa mengeluarkan lutut," kata Miller.
Pembalap berusia 31 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia bisa saja melakukan stoppie dengan kecepatan lebih tinggi, tetapi dia terlalu berhati-hati karena khawatir kehilangan suhu ban belakang saat putaran masuk pit. "Saya sedikit gugup saat melakukan stoppie," akunya. "Kalau saya tahu hasilnya akan sebagus itu, saya akan lebih berani. Tapi tidak apa-apa, itu terlihat bagus, beberapa orang tertawa, itulah tujuan kami di sini."

Insiden ini menjadi warna tersendiri di tengah persaingan ketat menuju sesi kualifikasi. Kedua pembalap tampak santai, namun tetap fokus pada balapan akhir pekan. Rins, yang membela Yamaha pabrikan, saat ini tengah berjuang mengembalikan performa terbaiknya, sementara Miller dengan Pramac terus menunjukkan kecepatan.
Kejadian ini juga menunjukkan sisi humanis para pembalap di tengah tekanan kompetisi. Aksi Miller dan Rins pun langsung menjadi bahan perbincangan hangat di paddock, membuktikan bahwa MotoGP tak hanya soal kecepatan, tetapi juga persaudaraan dan momen-momen tak terduga yang menghibur.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!