Scott Redding mengungkapkan bahwa perbedaan terbesar antara dirinya dan Marc Marquez saat menanjak ke MotoGP bukanlah bakat, melainkan dukungan finansial yang diterima. Redding, yang kini berlaga di British Superbike Championship, menilai dukungan dari perusahaan besar seperti Repsol dan Red Bull sejak dini menjadi pembeda utama.
Berbicara dalam podcast Scruff Bags, Redding mengenang masa-masa mereka bersaing di kelas 125cc dan 250cc. Ia menyebut bahwa pada 2008, saat ia membela tim kelas tiga dan memenangkan Grand Prix Inggris, Marquez sudah mengendarai motor Repsol KTM dari tim pabrikan. "Itu perbedaannya, dia punya banyak dana di belakangnya," ujarnya.
Redding menegaskan bahwa paspor Inggris sering dijadikan alasan, tetapi akar masalahnya adalah kurangnya dukungan dari perusahaan domestik. "Saya tidak berpikir paspor Inggris adalah segalanya. Saya pikir paspor itu dijadikan alasan mengapa kami tidak berbuat lebih untuk pembalap kami," kata Redding.

Inggris memang belum lagi melahirkan juara dunia kelas utama sejak Barry Sheene pada 1977. Saat ini, tidak ada pembalap Inggris full-time di MotoGP maupun Moto2, kecuali Eddie O'Shea dan Scott Ogden yang tampil di kelas lebih rendah. Hal ini menyoroti lemahnya sistem pembinaan dan dukungan finansial bagi pembalap muda Inggris.
Menurut Redding, dukungan finansial yang tepat akan membuka jalan lebih mulus bagi pembalap berbakat, seperti yang dialami Marquez. Ia berharap perusahaan-perusahaan Inggris lebih berani berinvestasi pada talenta lokal agar tidak tertinggal dari negara lain.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!