Sistem regulasi baru Formula 1 menghadirkan dinamika menarik di balik layar, terutama terkait regulasi mesin yang memicu perdebatan sengit di kalangan paddock. Red Bull saat ini tengah bekerja sama secara intensif dengan FIA untuk mengevaluasi kembali sistem Additional Development and Upgrades Opportunities atau yang dikenal sebagai ADUO, menyusul hasil penilaian kontroversial yang menempatkan unit daya buatan mereka sebagai patokan utama di grid.
Sebagai informasi, ADUO merupakan regulasi baru yang mulai diberlakukan untuk mengukur performa mesin V6 dari seluruh pabrikan pada akhir setiap kuartal, di mana sistem ini dirancang untuk memberikan setidaknya satu token pengembangan kepada pabrikan yang tertinggal. Namun, temuan awal sempat memicu kehebohan karena Mercedes yang mendominasi awal regulasi justru tidak dianggap sebagai tolok ukur utama, melainkan unit daya milik Red Bull.
Situasi ini terjadi karena metode penilaian ADUO hanya berfokus pada mesin pembakaran internal atau ICE, padahal elemen tersebut bukanlah satu-satunya pembeda performa dalam era hibrida saat ini di mana Mercedes unggul secara menyeluruh. Menanggapi kelemahan ini, direktur single-seater FIA Nikolas Tombazis mengonfirmasi adanya celah dalam sistem, dan Red Bull sangat antusias menyambut diskusi perbaikan untuk musim 2027 mendatang.

"Kami terkejut dan lebih dari itu pada evaluasi awal dari FIA," ujar prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, seperti dilansir dari Motorsport.com. "Kami menyampaikan argumen kami. Kami menunjukkan kepada mereka mengapa kami merasa hal itu tidak menangkap gambaran yang benar. Kami sedang berdiskusi dengan mereka mengenai apa yang dapat ditingkatkan dalam metodologi untuk tahun depan bersama mereka."
Meskipun demikian, Red Bull memilih untuk fokus pada aspek teknis internal tim ketimbang terlalu larut dalam perdebatan regulasi, terutama dengan kehadiran Max Verstappen yang terus memacu performa mobil di lintasan. "Pada akhirnya, kami lebih suka berada di posisi memiliki mesin yang kuat dan tanpa ADUO daripada mesin yang lemah dan mengklaim ADUO," tambahnya, menegaskan bahwa pengembangan paket sasis dan jendela operasional tetap menjadi prioritas utama tim.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!