SPONSORED

Rally Chile Terancam, Fourmaux Bela Kelayakannya di WRC

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Rally Chile Terancam, Fourmaux Bela Kelayakannya di WRC
TO NEWS OVERVIEW
Adrien Fourmaux in action at Rally Chile. Photo: Helena El Mokni/Hyundai Motorsport GmbH

Adrien Fourmaux tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Rally Chile. Pembalap Hyundai itu baru saja merasakan kerasnya medan gravel di sekitar Concepcion, dan baginya, event tersebut punya tempat istimewa di kalender WRC. Namun, di balik pujian itu, bayang-bayang kehilangan status justru menghantui Rally Chile.

Sejak debut pada 2019, Chile sempat absen karena pandemi, lalu kembali pada 2023 dan bertahan hingga edisi terbaru. Sayangnya, kontrak dengan WRC Promoter untuk musim-musim mendatang belum diteken. Pemerintah lokal memang sudah menjanjikan dukungan finansial, tapi kepastian tetap belum ada. Di sisi lain, Promoter dikabarkan sedang menjajaki kembalinya Rally Argentina dan bahkan berpotensi menambah putaran di Amerika Serikat. Artinya, kursi Chile di WRC tidak aman.

Fourmaux pun angkat bicara. Baginya, Chile layak dipertahankan bukan hanya karena organisasinya rapi, tetapi juga karena karakter lintasannya yang menantang. “Fansnya luar biasa dan benar-benar mendukung kami. Banyak dari mereka berdiri di tepi lintasan dan tetap menghormati pembalap,” ujarnya. “Lintasannya fantastis untuk dikendarai. Murni mengemudi, bukan sekadar tancap gas, rem, lalu tikung. Ini tentang mengemudi dari tikungan ke tikungan, plus manajemen ban.”

FIA Ubah Aturan Ban Jelang Final WRC, Kankkunen Beri Pujian
Baca JugaFIA Ubah Aturan Ban Jelang Final WRC, Kankkunen Beri Pujian

Pada edisi September lalu, Fourmaux sempat bersaing di barisan depan dan akhirnya finis ketiga. Kemenangan perdana di WRC masih belum terwujud, tapi podium di Chile memberinya kepuasan tersendiri. “Tentu saya berharap bisa naik ke podium tertinggi, tapi saya sangat senang karena ini salah satu event di mana kemampuan mengemudi benar-benar diuji,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Perhatian Fourmaux kini beralih ke Rally Sardinia pekan depan. Event penutup musim 2026 itu menjadi kesempatan terakhirnya meraih kemenangan bersama mobil Rally1 generasi saat ini. Sardinia biasanya digelar pertengahan musim panas, tapi kali ini dimajukan ke musim gugur. Perubahan jadwal itu bisa memengaruhi kondisi lintasan.

“Saya pikir bisa juga hujan di Sardinia pada waktu seperti ini. Kita akan lihat apakah ada perbedaan atau tidak. Tapi secara keseluruhan, Sardinia ya Sardinia. Event yang kasar. Sempit dan berpasir, jadi tricky. Banyak batu di mana-mana, jadi akan sangat berat lagi,” prediksinya.

Bagi Hyundai, hasil di Sardinia bisa jadi penentu momentum menuju musim depan. Sementara bagi Chile, dukungan pembalap seperti Fourmaux menjadi amunisi moral di tengah ketidakpastian. Apakah WRC Promoter mendengar? Waktu yang akan menjawab.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU