Fabio Quartararo tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Di paddock Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, ia berbicara terbuka tentang masa depannya bersama Honda pada 2027. Setiap malam, pikirannya melayang ke Valencia, tempat ia akan menjalani debut pertamanya dengan RC213V. “Setiap malam, saya memikirkan bagaimana penampilan pertama saya dengan Honda nanti,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com.
Keputusan pindah ke Honda untuk musim depan sudah resmi. Namun, Quartararo masih harus menuntaskan musim transisi bersama Yamaha, tim yang telah membesarkan namanya sejak 2019. Hubungan keduanya mulai merenggang, terutama setelah pabrikan Jepang itu melarangnya mengikuti tes Pirelli di Austria pekan depan. Larangan itu memicu kekecewaan dan memperkeruh suasana yang dulu begitu indah.
Dalam wawancara tersebut, Quartararo merefleksikan dua tahun terakhirnya di Yamaha. “Saya bangga bisa bangkit setelah 2024 yang sulit. Ketika motor bekerja lebih baik, terutama dalam satu lap, saya tahu cara bereaksi. Meski hasil balapan tidak selalu sesuai harapan, setidaknya saya membuktikan pada diri sendiri bahwa kecepatan saya masih ada,” tuturnya.

Ketegangan antara Quartararo dan Yamaha bukan rahasia lagi. Ia mengakui bahwa penyebab utamanya adalah terlalu lama berjuang di posisi yang bukan seharusnya. “Pada 2021 kami bertarung untuk gelar, 2022 juga meski tidak menang. Tapi tiga tahun berturut-turut, 2023, 2024, 2025, kami benar-benar tidak bersaing di tempat yang kami inginkan. Momen-momen sulit muncul, dan semuanya terkait dengan itu,” jelasnya.
Meski demikian, ia menolak anggapan bahwa hubungannya dengan Yamaha hancur total. “Ini seperti sebuah hubungan: ada masa sulit, tapi itu normal. Kami masih punya tiga bulan bersama, dan ini bukan waktunya bertengkar setelah delapan tahun. Saya berharap ke depannya kita bisa berbicara positif tentang semua yang telah kita capai,” tambahnya.
Quartararo juga menyoroti masalah teknis yang menghambat kemajuan Yamaha. “Tes pertama di Barcelona tahun ini mengejutkan saya secara positif. Tapi setelah itu kami tidak bisa mengambil langkah maju secara keseluruhan. Saat Anda mengeluarkan motor baru, banyak hal yang harus disesuaikan,” paparnya. Ia menilai bahwa pengembangan yang lambat membuatnya sulit bersaing di level teratas.
Kepindahan ke Honda menjadi tantangan baru. Ia mengaku sangat antusias, tetapi juga sadar akan risiko. “Saya tidak sabar untuk memulai babak baru. Honda punya sejarah besar, dan saya ingin menjadi bagian dari kebangkitan mereka,” ujarnya. Ia berharap bisa memberikan masukan berharga untuk pengembangan motor.
Musim 2026 masih panjang, tetapi bagi Quartararo, fokusnya sudah terbagi. Ia ingin mengakhiri kebersamaannya dengan Yamaha secara terhormat, sekaligus mempersiapkan diri untuk petualangan barunya. “Saya akan memberikan segalanya hingga balapan terakhir. Setelah itu, saya akan menatap ke depan,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!