SPONSORED

Project Rally One Rotasi Pembalap di WRC 2027, Strategi Cerdik?

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Project Rally One Rotasi Pembalap di WRC 2027, Strategi Cerdik?
TO NEWS OVERVIEW
Which names will appear on this rear window in 2027?

Project Rally One memang belum mengumumkan susunan pembalap untuk World Rally Championship (WRC) 2027, tapi satu hal yang pasti: mereka punya pendekatan yang sama sekali berbeda dari tim pabrikan besar. Alih-alih meniru strategi Toyota yang diprediksi bakal menurunkan minimal satu juara dunia, tim Belgia ini justru berencana merotasi pembalapnya dari balapan ke balapan.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Project Rally One tidak akan mengikuti musim penuh pada 2027. Mereka memilih fokus pada permukaan aspal terlebih dahulu sebelum beralih ke gravel. Artinya, target mereka bukan gelar juara dunia, melainkan membangun fondasi dan menunjukkan performa mobil di setiap event yang diikuti.

Lionel Hansen, technical leader tim, menjelaskan bahwa perbedaan target inilah yang membuka peluang rotasi pembalap. “Kami punya target yang sepenuhnya berbeda dari pabrikan,” ujar Hansen kepada DirtFish. “Kami tidak punya tujuan yang sama untuk menjadi juara dunia dengan pembalap yang sama [tahun depan], jadi saya bisa memilih pembalap untuk setiap balapan.”

Esapekka Lappi Umumkan Pensiun Sementara dari Reli Profesional
Baca JugaEsapekka Lappi Umumkan Pensiun Sementara dari Reli Profesional

Hansen bahkan memberikan gambaran konkret. Ia membayangkan Dani Sordo bisa tampil di kandangnya, Spanyol. Andrea Crugnola di Italia. Atau Kris Meeke di balapan baru di Skotlandia. “Salah satu tujuannya adalah kami bisa melompat dari pembalap ke pembalap, balapan demi balapan,” tambahnya. Namun, ia menyerahkan urusan itu kepada Alain Penasse, manajer pembalap tim.

ADVERTISEMENT

Menariknya, meski belum turun di kompetisi resmi, tim sudah mengantongi enam dari delapan nama pembalap untuk sesi tes dan pengembangan. Stephane Lefebvre adalah yang pertama bergabung, dan baru-baru ini Teemu Suninen diumumkan akan ikut menguji di gravel. Namun, Hansen mengaku belum tahu apakah Suninen tertarik untuk membalap.

Tantangan terbesar bagi Project Rally One adalah meyakinkan para pembalap top untuk mempercayai tim yang belum terbukti. “Pertama-tama, dibandingkan dengan pabrikan OEM, Anda perlu meyakinkan pembalap untuk datang kepada kami, untuk percaya bahwa tim ini bisa melakukan pekerjaan dengan benar,” jelas Hansen. Ia menambahkan bahwa WRC telah berubah dan memberikan lebih banyak peluang untuk proyek semacam ini. Jika ia bisa menunjukkan mobil yang homologasi dan siap tampil di Monte Carlo, mungkin itu bisa meyakinkan pembalap top dari kategori lain.

Meski sulit, keputusan untuk tidak mengikuti setiap event justru bisa menjadi keuntungan. Tanpa beban mengejar gelar, tim bisa lebih fleksibel dalam memilih pembalap yang sesuai dengan karakteristik setiap reli. Ini juga membuka pintu bagi pembalap spesialis tarmac atau gravel untuk unjuk gigi tanpa tekanan konsistensi musim penuh.

ADVERTISEMENT

Dengan pendekatan ini, Project Rally One bukan hanya menantang dominasi tim pabrikan, tetapi juga menawarkan model baru dalam mengelola tim satelit. Rotasi pembalap bisa menjadi strategi cerdas untuk mengumpulkan data, menarik perhatian fans, dan membangun reputasi sebelum terjun ke musim penuh. Kita tunggu saja siapa saja yang akan muncul di jendela belakang mobil mereka pada 2027 nanti.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU