Eks Petinggi Walkinshaw Faux Resmi Gabung Tim NASCAR Legacy 2026
20 Oct, 02:00 WIBWilliams Umumkan Mobil F1 2027 Bernama FW50 untuk Peringati 50 Tahun
20 Oct, 01:10 WIBInsiden Unik Paris Motor Show 2026: Van Mercedes VLE Ditabrak Anak Kecil
20 Oct, 00:50 WIBAmbisi F1 Colton Herta Kian Redup Usai Musim Sulit di F2 2026
20 Oct, 00:28 WIBValtteri Bottas Galang Dana 50.000 Euro untuk Konservasi Badak
20 Oct, 00:20 WIB
Eks Petinggi Walkinshaw Faux Resmi Gabung Tim NASCAR Legacy 2026
02:00, 20 Oct 2026 WIBWilliams Umumkan Mobil F1 2027 Bernama FW50 untuk Peringati 50 Tahun
01:10, 20 Oct 2026 WIBInsiden Unik Paris Motor Show 2026: Van Mercedes VLE Ditabrak Anak Kecil
00:50, 20 Oct 2026 WIBAmbisi F1 Colton Herta Kian Redup Usai Musim Sulit di F2 2026
00:28, 20 Oct 2026 WIBValtteri Bottas Galang Dana 50.000 Euro untuk Konservasi Badak
00:20, 20 Oct 2026 WIB
Isack Hadjar, lahir pada 28 September 2004 di Paris, Prancis, adalah salah satu prospek pembalap muda paling menonjol dan menjanjikan di bawah naungan Red Bull Junior Team. Berdarah Prancis-Aljazair, Hadjar sering kali menarik perhatian para petinggi Formula 1 berkat kecepatan murninya yang eksplosif dan gaya balapnya yang agresif namun penuh perhitungan. Meskipun belum mengamankan kursi balap permanen di grid Formula 1, ia telah membuktikan dirinya sebagai penantang gelar di berbagai kategori junior bergengsi, dan diakui oleh tokoh-tokoh seperti Helmut Marko sebagai talenta yang sangat spesial di jajaran akademi Red Bull.
Kondisi dan Status Saat Ini (Musim 2026) Memasuki era regulasi teknis dan mesin baru pada tahun 2026, Isack Hadjar memegang peran yang sangat krusial di balik layar bagi keluarga besar Red Bull. Dengan kursi balap utama di Oracle Red Bull Racing yang solid, serta tim saudara Racing Bulls yang kini diisi oleh kombinasi Liam Lawson dan Arvid Lindblad, Hadjar saat ini bertugas sebagai pembalap cadangan (reserve driver) utama untuk kedua tim tersebut. Pada tahun 2026, tanggung jawab terbesarnya berada di dalam simulator di Milton Keynes. Hadjar menjadi ujung tombak dalam melakukan pengujian dan pengembangan sasis baru serta unit daya Red Bull Ford Powertrains, memberikan umpan balik teknis yang vital bagi Max Verstappen dan para insinyur tim. Sembari menjalankan peran krusial ini, ia terus menjaga ketajamannya di lintasan balap dengan berkompetisi di seri lain sambil menunggu peluang emas untuk debut penuh di Formula 1.
Perjalanan Karier dan Rekam Jejak
1. Awal Karier dan Terobosan di Formula 3 (2021 - 2022) Karier balap kursi tunggal (single-seater) Hadjar mulai meroket saat ia tampil memukau di Kejuaraan Formula Regional Eropa (FRECA) dan Formula Regional Asia, di mana kecepatannya mulai menarik perhatian akademi Red Bull. Pada tahun 2022, ia melangkah ke Kejuaraan FIA Formula 3 bersama tim Hitech Grand Prix. Pada musim debutnya tersebut, Hadjar langsung tampil sensasional dengan meraih beberapa kemenangan balapan dan secara konsisten bertarung memperebutkan gelar juara dunia, sebelum akhirnya finis di posisi keempat klasemen akhir. Performa ini secara resmi mengukuhkan statusnya sebagai anak didik utama Helmut Marko.
2. Tantangan dan Pembuktian di Formula 2 (2023 - 2024) Promosi ke Kejuaraan FIA Formula 2 pada tahun 2023 memberikan pelajaran keras bagi Hadjar. Bersama Hitech Pulse-Eight, ia menghadapi musim adaptasi yang penuh tantangan teknis dan ketidakberuntungan. Namun, mentalitas juaranya terbukti pada tahun 2024 ketika ia pindah ke tim Campos Racing. Hadjar menunjukkan kebangkitan yang luar biasa, mendominasi banyak balapan utama (Feature Race) dan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memenangi gelar juara dunia Formula 2 tahun tersebut. Kematangannya dalam mengelola ban dan mengambil keputusan di lintasan meningkat drastis.
3. Masa Transisi dan Peran Krusial di F1 (2025 - Sekarang) Dengan penuhnya grid Formula 1 pada tahun 2025, Hadjar beralih ke peran pendukung penuh untuk Red Bull Racing dan Racing Bulls. Ia tampil di beberapa sesi Latihan Bebas 1 (FP1) dan selalu berhasil memberikan catatan waktu yang impresif, sering kali menyamai ritme para pembalap reguler. Memasuki musim 2026, keahlian teknisnya sangat dimanfaatkan oleh Red Bull untuk menerjemahkan data dari terowongan angin ke performa nyata di lintasan untuk mobil regulasi baru. Meski berada di luar sorotan balapan akhir pekan F1, kontribusi Hadjar diakui sebagai salah satu kunci kesiapan Red Bull di era mesin Ford.
Login sekarang untuk ikut berdiskusi, memberikan komentar, dan terhubung dengan penggemar balap di seluruh dunia.


