Advertisement Sportrik
15s
Liam Lawson
New Zealand New Zealand

Liam Lawson

Racing Bulls FORMULA-1

Data Pribadi

Nama Liam Lawson
Negara New Zealand
Tim Saat Ini Racing Bulls
Lahir/Berdiri 11 February 2002
Umur 24 Tahun
Balapan Berikutnya FORMULA-1
Upcoming Round

Miami International Autodrome

USA (Miami)
01 May
2026
Iklan

Performa Musim Ini

Posisi
#8
Poin
8
Kategori
formula-1

BIOGRAFI

Memasuki era regulasi baru Formula 1 tahun 2026, Liam Lawson membalap untuk tim Racing Bulls (sebelumnya bernama AlphaTauri) bersama pembalap debutan, Arvid Lindblad. Lawson menjadi ujung tombak tim yang kini menggunakan unit daya dari kemitraan Red Bull dan Ford. Pada awal musim 2026, Lawson menunjukkan performa yang sangat solid. Hal ini terbukti dari keberhasilannya mencetak poin ganda di Grand Prix China dengan finis di posisi ke-7 pada balapan Sprint maupun Balapan Utama. Prestasi ini membuktikan ketangguhannya di tengah tantangan adaptasi dengan mobil F1 generasi terbaru.

Perjalanan Karier di Formula 1

Advertisement

1. Debut Kejutan dan Pembuktian Diri (2023 - 2024) Perjalanan Lawson di kompetisi puncak F1 dimulai secara dramatis pada Grand Prix Belanda 2023. Berstatus sebagai pembalap cadangan Red Bull, ia ditunjuk mendadak untuk membela tim Scuderia AlphaTauri menggantikan Daniel Ricciardo yang absen karena cedera patah tangan. Lawson langsung tampil memukau dan berhasil mencetak poin perdananya di Grand Prix Singapura. Pada tahun 2024, setelah kembali menjalani peran sebagai pembalap cadangan di sebagian besar musim, Lawson kembali dipercaya untuk menggantikan Ricciardo secara penuh pada enam balapan terakhir. Penampilan impresifnya di penghujung musim tersebut berhasil mengamankan masa depannya di grid F1.

2. Dinamika Promosi dan Demosi (2025) Tahun 2025 menjadi musim yang penuh turbulensi sekaligus pembelajaran penting bagi pembalap asal Selandia Baru ini. Berkat performa gemilangnya pada akhir 2024, manajemen Red Bull mempromosikan Lawson ke tim utama Oracle Red Bull Racing untuk menjadi rekan setim juara dunia Max Verstappen di awal musim. Namun, masa tugasnya di tim utama ternyata sangat singkat. Setelah hanya menjalani dua balapan awal, Red Bull mengambil keputusan untuk mengembalikannya ke tim satelit Racing Bulls. Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit dari demosi yang cepat, Lawson menunjukkan mentalitas baja. Ia berhasil membangun kembali ritmenya, tampil konsisten bersama Racing Bulls di sisa musim, dan menutup klasemen akhir tahun 2025 di posisi ke-14 dengan raihan 38 poin.

Advertisement

3. Pemimpin di Era Baru (2026 - Sekarang) Mengamankan kursi di Racing Bulls untuk musim 2026, Lawson mengaku merasa lega dan jauh lebih termotivasi. Berbekal pengalaman pahit dan manis dari tahun-tahun sebelumnya, ia kini mengambil peran sebagai figur pemimpin di dalam tim. Dengan regulasi mesin yang benar-benar baru, Lawson bertugas memberikan umpan balik teknis krusial untuk pengembangan sasis VCARB 03, sekaligus menjadi patokan performa bagi rekan setim barunya.

Karier Junior dan Seri Balapan Lainnya

Advertisement

Sebelum menembus Formula 1, Liam Lawson memiliki rekam jejak luar biasa di berbagai seri balap kompetitif. Sejak bergabung dengan Red Bull Junior Team pada tahun 2019, ia selalu menjadi penantang gelar di berbagai kategori:

  • DTM (2021): Tampil sensasional dengan mobil GT3 AF Corse Ferrari, Lawson nyaris menjadi juara dunia dan harus puas finis sebagai runner-up di musim debutnya.
  • Formula 2 (2022): Berkompetisi di seri pengumpan F1, Lawson menunjukkan kecepatan yang konsisten dan berhasil meraih peringkat ketiga di klasemen akhir kejuaraan.
  • Super Formula Jepang (2023): Lawson menggebrak kancah balap Jepang dengan mencetak sejarah sebagai pembalap pertama yang berhasil memenangi balapan pada penampilan debutnya di seri tersebut, bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara dunia hingga balapan terakhir.

BERITA TERBARU