Keputusan Pramac untuk melepas Jack Miller di akhir musim MotoGP 2026 menjadi salah satu momen paling berat yang pernah dialami tim, bahkan secara pribadi bagi direktur tim Gino Borsoi.
Borsoi mengakui bahwa pembalap sekaligus pribadi seperti Miller sebenarnya layak bertahan. Namun, realitas di dunia balap sering kali tidak sejalan dengan keinginan. "Sport is sport," ujarnya, dan kadang tim serta pembalap harus berpisah demi arah yang berbeda.
Miller pertama kali membela Pramac pada era Ducati 2018-2020, meraih sembilan podium sebelum promosi ke tim pabrikan. Setelah petualangan bersama Red Bull KTM, pebalap Australia itu kembali ke Pramac pada 2025 saat tim beralih ke Yamaha, dengan hasil terbaik finis keempat di musim terakhir mesin Inline M1.

Pada musim 2026, di atas motor V4 baru yang kurang kompetitif, Miller mencatatkan hasil tertinggi kedelapan—hanya kalah dari Fabio Quartararo. Bersama Quartararo dan Alex Rins, Miller akan meninggalkan Yamaha akhir tahun, digantikan oleh kandidat gelar Moto2, Izan Guevara.
Meski demikian, Miller dikabarkan tetap bertahan di keluarga biru dengan pindah ke proyek WorldSBK Yamaha, setelah dua tahun terakhir membela R1 pabrikan di Suzuka 8 Hours. Borsoi mengirimkan pelukan hangat untuk Miller, memuji dedikasinya yang tak pernah pudar bahkan di masa sulit.
Pemilik Pramac, Paolo Campinoti, menegaskan bahwa Miller akan selalu menjadi bagian dari keluarga tim. "Beberapa pembalap hanya lewat, sementara yang lain meninggalkan jejak mendalam. Jack masuk kelompok kedua," katanya. Rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, menjadi satu-satunya pebalap Yamaha MotoGP yang bertahan untuk 2027.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!