Insiden degradasi parah yang terjadi pada ban balapan 12 lap di Motegi memaksa Michelin mengambil langkah drastis demi keselamatan pembalap. Fenomena blistering hingga chunking—lepasnya serpihan tapak ban—terlihat jelas pada beberapa kuda besi, memaksa pabrikan asal Prancis tersebut mencoret opsi ban lunak untuk balapan utama.
Pietro Taramasso menjelaskan bahwa kombinasi aspal baru yang memiliki cengkeraman tinggi, suhu lintasan, serta agresivitas gaya balap menjadi pemicu utama kerusakan karet bundar tersebut. Masalah ini awalnya sempat memunculkan wacana penggunaan ban kompon lunak oleh sejumlah pembalap termasuk Marc Marquez yang tidak mengalami masalah serupa pada motornya saat sesi sebelumnya.
Namun, pihak penyelenggara bersama pemasok resmi langsung menutup rapat celah spekulasi tersebut. Larangan resmi dikeluarkan untuk kompon soft, sementara opsi kompon medium dinilai masih membutuhkan manajemen cermat dari para rider agar mampu bertahan hingga garis finis tanpa risiko tinggi.

Situasi ini praktis melempar teka-teki baru bagi Ducati yang harus memutar otak ulang. Sifat kompon keras yang sangat direkomendasikan nyaris belum tersentuh sepanjang akhir pekan, menyisakan waktu 10 menit di sesi warm-up bagi para insinyur dan pembalap untuk menemukan setelan optimal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!