SPONSORED

Pembalap F1 Tuntut Rompi Pendingin Dilarang di Tengah Isu Teknis

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Pembalap F1 Tuntut Rompi Pendingin Dilarang di Tengah Isu Teknis
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen is not a fan of the cooling vests

Perselisihan mengenai penggunaan rompi pendingin di ajang Formula 1 kembali memanas menjelang akhir pekan balapan, di mana sejumlah pembalap terkemuka secara terbuka meminta agar perangkat keselamatan tersebut dilarang sepenuhnya. Peraturan keselamatan ini memungkinkan tim-tim untuk memasang sistem pendingin yang memompa cairan dingin melalui rompi yang dikenakan oleh pengemudi ketika balapan resmi dinyatakan sebagai kondisi bahaya panas atau heat hazard. Meskipun demikian, Regulasi ini tidak bersifat wajib, dan para pembalap memiliki kebebasan penuh untuk memutuskan apakah mereka akan mengenakannya atau tidak, dengan catatan harus membawa beban tambahan jika memilih tidak menggunakannya demi memastikan keadilan kompetitif.

Situasi ini semakin disorot setelah FIA menyatakan kondisi bahaya panas untuk keempat kalinya musim ini, dan menjadi akhir pekan kedua berturut-turut di GP Singapura, di mana suhu diperkirakan akan melampaui 31 derajat Celsius. Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem tersebut, juara dunia bertahan Max Verstappen secara tegas menyatakan penolakannya terhadap penggunaan teknologi pendingin tersebut karena alasan kenyamanan dan hambatan mekanis di kokpit. Pembalap asal Belanda tersebut menilai bahwa perangkat itu tidak memberikan manfaat yang signifikan dalam durasi balapan penuh serta mengganggu kebebasan bergerak di dalam mobil.

"Bagi saya, itu tidak diperlukan. Ya, memang panas, tetapi ini bukan sauna. Dan dengan rompi pendingin ini, Anda memiliki kabel-kabel bodoh di dalam mobil Anda, jadi itu hanya membatasi pergerakan Anda juga," ujar Max Verstappen kepada para wartawan di Singapura, sebagaimana dilansir dari Crash.net. Pendapat senada juga disampaikan oleh rekan setimnya di Red Bull, Isack Hadjar, yang secara blak-blakan menginginkan perangkat tersebut dilarang karena menilai balapan Formula 1 harus tetap mempertahankan elemen ketangguhan fisik pembalap.

Tuntaskan Penasaran di Singapura, Max Verstappen Uji Performa Red Bull
Baca JugaTuntaskan Penasaran di Singapura, Max Verstappen Uji Performa Red Bull

Di sisi lain, pendekatan taktis diambil oleh tim-tim papan atas seperti Mercedes, di mana George Russell mengungkapkan bahwa timnya memilih untuk tidak menggunakan sistem tersebut demi memprioritaskan sumber daya finansial dan pengembangan performa mobil. Meskipun badan pengelola telah memberikan kelonggaran biaya di bawah batas anggaran atau cost cap bagi tim yang mampu mengembangkan sistem pendingin yang efisien selama satu balapan penuh, perdebatan mengenai efektivitas fungsionalnya masih terus berlanjut di antara para pembalap senior.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pembalap Aston Martin Fernando Alonso berpandangan bahwa regulasi yang ada saat ini sudah cukup memadai dan tidak mengharuskan FIA untuk mengambil tindakan lebih jauh dalam mewajibkan sistem pendingin. Senada dengan hal tersebut, pembalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc mengakui bahwa sistem yang ada saat ini hanya efektif pada 15 hingga 20 putaran awal sebelum akhirnya kehilangan fungsi pendinginannya secara drastis, menyisakan tantangan fisik yang sama seperti ketika tidak mengenakan rompi tersebut.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU