Lochie Hughes menutup musim Indy NXT keduanya dengan finis ketiga di Laguna Seca, namun di balik senyumnya tersimpan rencana besar: tampil di Indianapolis 500 tahun depan. Pembalap Australia itu mengonfirmasi bahwa ia tidak akan kembali ke Andretti Global untuk musim ketiga, dan kini fokus mengejar mimpi terbesar di dunia balap Amerika.
Balapan terakhir musim ini memang milik Tymek Kucharczyk yang memimpin semua 30 lap, sementara Nikita Johnson finis kedua sekaligus mengunci gelar juara di musim debutnya. Namun perhatian utama tertuju pada Hughes, yang setelah finis di podium langsung membeberkan ambisinya untuk naik kelas ke IndyCar, dengan target spesifik: balapan di Indy 500 edisi 2027.
Perjalanan Hughes di Indy NXT tidak selalu mulus. Di musim rookie, ia finis ketiga di belakang Dennis Hauger dan Caio Collet, yang sama-sama sudah lulus ke IndyCar. Tahun ini justru lebih berat: hanya empat podium, termasuk satu kemenangan, dan ia harus puas di posisi keenam klasemen. "Saya rasa tahun ini lebih banyak momen buruk daripada bagus," ujarnya. "Mungkin musim terburuk yang pernah saya jalani di Amerika. Rasanya seperti musim yang penuh hambatan."

Meski kecewa, Hughes tetap optimistis. "Kalau beberapa persen saja beruntung, saya yakin kami bisa dapat lebih banyak kemenangan. Kompetisi tahun ini sangat ketat; jika tidak tampil sempurna, hasilnya bisa buruk dengan cepat," tambahnya. Dari sisi teknis, ia merasa performa balapan sebenarnya kompetitif, tetapi nasib kerap tidak berpihak.
Kini, dengan pengalaman dua musim di Indy NXT, Hughes merasa siap melangkah ke panggung yang lebih besar. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Andretti atas beberapa musim terakhir. Sayangnya, saya tidak akan kembali bersama mereka tahun depan," katanya. "Saya sedang berusaha untuk bisa berada di grid Indy 500 tahun depan, saya harap. Saya yakin kami bisa."
Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar balap Australia. Selain Hughes, ada Jack Beeton yang finis ke-10 di balapan terakhir setelah sempat terkena tusukan ban di balapan sebelumnya, dan Nicolas Stati yang konsisten finis di posisi 17 dan 15. Namun sorotan utama tetap pada Hughes, yang siap membawa nama Australia ke ajang paling prestisius di Amerika Serikat.
Dengan target Indy 500 yang jelas, Hughes kini memasuki fase krusial dalam kariernya. Jika berhasil, ia akan menjadi bagian dari sejarah panjang pembalap Australia di oval legendaris tersebut. Langkah berikutnya adalah memastikan kursi di tim yang tepat, dan musim dingin ini akan menjadi penentu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!