Hari Minggu, 1 November, Italia diprediksi kuat bakal merayakan gelar juara dunia balap mobil paling bergengsi di muka bumi yang direbut oleh Andrea Kimi Antonelli. Pemuda berbakat asal negeri spaghetti tersebut baru saja tampil luar biasa dengan menjuarai Grand Prix Amerika Serikat, sebuah pencapaian fenomenal yang hampir saja langsung mengunci mahkota juara dunia musim ini seandainya skenario di lintasan sedikit berbeda.
Kemenangan gemilang di Sirkuit Americas membuat perolehan poin sang pembalap melesat jauh di puncak klasemen. Gelar juara dunia sebenarnya sudah bisa dirayakan lebih awal di tanah Amerika jika George Russell menyentuh garis finis di posisi kesembilan alih-alih kedelapan. Selisih satu posisi tipis tersebut yang membuat pesta perayaan harus ditunda sebentar ke daratan Meksiko akhir pekan mendatang.
Memasuki seri GP Meksiko, skenario perburuan gelar juara dunia semakin mengerucut dan berada di tangan pembalap andalan Mercedes tersebut. Secara matematis dan realistis, Antonelli hanya perlu menjaga konsistensi di atas aspal, menghindari insiden yang tidak perlu, dan menjauhi masalah di sepanjang balapan untuk mengunci gelar juara dunia secara resmi tanpa harus menunggu seri berikutnya.

Situasi di garasi tim panah perak dipastikan akan memanas mengingat rekan setimnya serta sang juara dunia senior Lewis Hamilton sama-sama wajib memenangkan sisa balapan jika masih ingin menjaga peluang tipis mereka. Bahkan jika George Russell keluar sebagai pemenang di Meksiko sekalipun, Antonelli hanya memerlukan finis di posisi kesembilan untuk mengamankan mahkota juara. Sementara itu, jika Lewis Hamilton yang berhasil meraih podium tertinggi, pemuda Italia tersebut hanya membutuhkan finis di peringkat kesepuluh.
Seluruh pandangan pencinta aj现在 motorsport kini tertuju pada hari Minggu, 1 November mendatang. Kecuali terjadi bencana teknis atau insiden luar biasa di luar nalar, Andrea Kimi Antonelli dipastikan akan membawa Italia kembali ke puncak kejayaan Formula 1 setelah penantian panjang selama 73 tahun lamanya sejak kesuksesan legendaris Alberto Ascari bersama Ferrari pada tahun 1953.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!