Akhir pekan di Sirkuit Lusail menyimpan cerita tersendiri bagi Pedro Acosta setelah pemuda sensasional asal Spanyol itu harus puas merampungkan balapan di posisi keenam. Perjuangan keras ditunjukkan oleh rider berjuluk El Tiburon tersebut di atas aspal gurun Qatar, meski ia sempat berada di dalam rombongan perebutan podium penting. Kendala teknis terkait tekanan ban sempat menghantuinya sejak sesi hari Sabtu, yang kemudian berlanjut hingga balapan utama hari Minggu dan merusak peluang terbaiknya.
Pembalap pabrikan Red Bull KTM Factory Racing ini sebenarnya sempat membayangi pergerakan agresif Marc Marquez dalam memburu posisi tiga besar. Namun, masalah di atas lintasan memaksa sang juara dunia muda tersebut merelakan posisinya tersusul dan kehilangan ritme idealnya. Dilansir dari Motosan.es, Acosta memberikan evaluasi jujur mengenai jalannya balapan dan keputusan teknis yang diambil timnya sepanjang akhir pekan GP Qatar.
Meskipun gagal menembus zona tiga besar, pembalap asal Murcia tersebut merasa puas dengan keputusan berani yang diambil garasinya dalam mengubah konfigurasi motor. "Ya, tetapi kali ini tidak ada masalah dengan tekanan ban. Saya katakan ada hal lain yang juga memperburuk situasi. Hari ini saya puas dengan keputusan yang kami ambil. Sekarang saatnya memahami mengapa masalah pertama itu muncul, karena itu seharusnya tidak terjadi," ungkap Acosta mengulas jalannya balapan.

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa potensi motor RC16 miliknya sebenarnya mampu membawanya finis di posisi yang jauh lebih baik seandainya kendala tersebut tidak datang mengganggu. "Saya puas dengan keputusan yang kami ambil untuk mengambil risiko. Kami berhasil membalikkan keadaan akhir pekan ini jika dibandingkan dengan awal sesi, dan hari ini kami memiliki peluang nyata untuk finis di antara empat besar. Saya senang dengan cara saya mengelola situasi," imbuhnya.
Menanggapi performa dominan sang pemilik nomor sembilan puluh tiga di depannya, Acosta memberikan analisis tajam mengenai strategi cerdas pembalap pabrikan Ducati Lenovo Team tersebut. Menurutnya, peraih delapan gelar juara dunia itu sengaja menghemat kompon karet ban pada paruh pertama lomba sebelum akhirnya melesat kencang. "Menurut pendapat saya, di awal ia membalap dengan sangat mulus. Ia tidak berusaha memenangkan balapan, melainkan hanya menyelesaikannya dengan cara yang layak dan mendapatkan sensasi bagus. Saya rasa ia sangat menghemat ban," pungkas Acosta.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!