SPONSORED

Pedro Acosta Menang MotoGP Austria, Potensinya Disebut 'Mengerikan'

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Pedro Acosta Menang MotoGP Austria, Potensinya Disebut 'Mengerikan'
TO NEWS OVERVIEW
Pedro Acosta Menang MotoGP Austria, Potensinya Disebut 'Mengerikan'

Kemenangan perdana Pedro Acosta di MotoGP Austria 2026 bukan sekadar trofi. Di balik selebrasi emosional di Spielberg, ada cerita tentang potensi yang bahkan membuat kepala kru KTM, Paul Trevathan, bergidik. "Itu pertanyaan yang menakutkan," ujarnya ketika ditanya seberapa jauh Acosta bisa berkembang.

Acosta memang baru saja memecah kebuntuan. Setelah sekian lama menanti, pembalap Spanyol itu akhirnya mengunci kemenangan di kelas premier. Trevathan, yang telah bersamanya sejak naik ke tim pabrikan KTM pada 2025, menyaksikan langsung bagaimana rider muda itu melewati masa-masa sulit: performa anjlok di awal musim Eropa tahun lalu, rumor kepindahan, hingga badai finansial yang menerpa KTM. Semua itu membuat momen di Austria terasa begitu emosional.

Trevathan menyebut Acosta sebagai pembalap yang terus berevolusi. "Cara dia belajar, cara dia beradaptasi... Dia libur sebulan di musim panas dan kembali ke level yang berbeda. Dia bisa menanamkan sesuatu di alam bawah sadarnya dan membawa hal baru ke permainan," katanya. Ia mengaku tak bisa memprediksi batas akhir potensi Acosta. "Saya tidak bisa menjawab pertanyaanmu, tapi yang jelas dia masih terus berkembang," tambahnya.

Bagnaia: Ducati Lain Lebih Dekat, Bukan Saya yang Mendekat
Baca JugaBagnaia: Ducati Lain Lebih Dekat, Bukan Saya yang Mendekat

Yang membuat kemenangan ini semakin istimewa adalah bagaimana Acosta bangkit dari dua insiden: jatuh di sprint race Sabtu dan warm-up Minggu pagi. Tekanan tambahan datang karena ini adalah kandang KTM, dan peluang mengalahkan Ducati serta Aprilia sangat langka. "Kami cepat sepanjang akhir pekan. Tapi setelah kejadian kemarin, muncul pertanyaan: apakah terlalu percaya diri? Apakah gugup? Apakah karena ini rumah kami?" Trevathan menjelaskan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, Acosta bereaksi dengan kedewasaan. "Dia sangat marah pada dirinya sendiri. Tapi dia bilang, 'Ini salahku.' Itu yang dilakukan juara hebat," ujar Trevathan. Ia menambahkan bahwa ridernya hanya butuh sekitar satu jam untuk mengubah kekecewaan menjadi motivasi. "Dia tidak sulit diajak bekerja sama minggu ini."

Kemenangan ini juga menjadi bukti ketangguhan tim KTM di tengah berbagai rintangan. Trevathan, yang pernah menangani Miguel Oliveira, Mika Kallio, dan Pol Espargaro, melihat sesuatu yang berbeda pada Acosta. "Saya sudah melihat pembalap hebat melakukan hal seperti ini, tapi biasanya mereka butuh musim dingin untuk reset. Acosta melakukannya hanya dalam liburan musim panas," pujinya.

Dengan hasil ini, Acosta menegaskan posisinya sebagai salah satu talenta paling bersinar di grid. Jika potensinya saja disebut 'mengerikan' oleh orang yang paling dekat dengannya, para rival di MotoGP punya alasan untuk waspada. Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Acosta bisa menang, melainkan seberapa sering ia akan melakukannya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU