Pedro Acosta harus menelan pil pahit setelah balapan utama MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi berakhir di luar barisan depan. Memulai lomba dari posisi start yang menjanjikan, pembalap muda berbakat ini justru harus berjuang keras menjinakkan RC16 miliknya hingga garis finis.
Krisis performa mulai terasa sejak lampu merah padam, di mana ia kehilangan beberapa posisi penting dari para rival. Meski sempat mendapat keuntungan dari penalti lawan, ia kembali kedodoran akibat masalah grip yang mendera di area pengereman maupun saat keluar tikungan.
Bintang muda asal Spanyol tersebut mengakui bahwa balapan kali ini terasa sangat melelahkan dan menjadi salah satu seri tersulitnya dalam beberapa waktu terakhir. Karakter motor yang terasa aneh membuatnya gagal memaksimalkan potensi ban sepanjang durasi balapan.

Dilansir dari Crash.net, rider andalan KTM ini menyebut bahwa masalah setup pada akselerasi dan deselerasi menjadi misteri tersendiri yang harus segera dipecahkan oleh tim teknik sebelum seri berikutnya dimulai.
Kendati demikian, finis di posisi ketujuh bukanlah sebuah bencana besar bagi sang rookie sensasional. Evaluasi mendalam terhadap data telemetri milik pabrikan asal Austria tersebut akan menjadi kunci utama untuk bangkit di putaran selanjutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!