Oscar Piastri mengaku menjalani akhir pekan yang “menyakitkan” di Formula 1 Grand Prix Belanda 2026. Pembalap McLaren itu finis keenam di Zandvoort, tertinggal 32 detik dari rekan setimnya, Lando Norris, yang meraih kemenangan klinis.
Padahal, awal balapan Piastri cukup menjanjikan. Start dari posisi kelima setelah restart, ia sempat melesat melewati George Russell dan Charles Leclerc, membuat tim sempat percaya diri. Namun, segalanya berubah drastis seiring berjalannya balapan.
Serangkaian keputusan strategi yang kurang tepat membuat pembalap Australia itu kehilangan posisi. Pit stop pertama yang lambat membuatnya tertinggal di belakang Russell, dan stint kedua dengan ban keras justru memperburuk keadaan.

“Idenya adalah start dengan ban keras dan bertahan sampai akhir, tapi cepat terlihat bahwa ban keras tidak bagus,” kata Piastri. “Tapi saya rasa bukan itu masalah utamanya. Yang menyakitkan adalah pit stop pertama yang lambat dan laju setelahnya.”
Degradasi ban pada set pertama masih terkelola, tetapi masalah muncul di stint kedua. “Set kedua bagus selama lima lap, lalu saya kehilangan grip depan sepenuhnya. Tidak ada satu hal spesifik yang salah, tapi stint dengan ban itu sangat rumit,” jelasnya.
Piastri juga menyoroti momen ketika Russell mengalami masalah pada power unit-nya, tetapi ia tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. “Setelah itu, semuanya menurun drastis,” tambahnya.
Dengan hasil ini, McLaren tetap kokoh di puncak klasemen konstruktor, tetapi Piastri harus segera menemukan performa terbaiknya jika ingin bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!