Lando Norris sedang dalam performa terbaiknya musim ini, namun ia masih tertinggal 83 poin dari Kimi Antonelli di puncak klasemen. Dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda membuatnya percaya diri, tetapi matematika tetap menjadi musuh terbesar.
Norris, yang kini duduk di posisi keempat, telah mengumpulkan poin terbanyak dalam enam balapan terakhir. Namun, untuk merebut gelar juara dunia dari Antonelli, ia tidak cukup hanya menang terus. Jika Antonelli selalu finis kedua, selisihnya akan tetap aman untuk pembalap Mercedes itu.
Kondisi ini membuat Norris membutuhkan 'bantuan' dari sesama pembalap Inggris, George Russell dan Lewis Hamilton. Mereka harus bisa menyelip di antara Norris dan Antonelli, sehingga poin yang hilang dari Antonelli semakin besar.

Namun, ada faktor ketidakpastian lain: jumlah balapan yang tersisa bisa berubah. Jika Qatar dan Abu Dhabi batal, dan hanya Imola yang menggantikan, Norris hanya punya 10 kesempatan. Itu membuat misinya semakin sulit, meski bukan tidak mungkin.
McLaren terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di sektor teknis. Norris optimistis bisa menang di setiap seri tersisa. Tapi hingga akhir musim, ia tetap bergantung pada hasil orang lain. Sebuah ironi bagi juara bertahan yang biasanya mengendalikan nasibnya sendiri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!