Keputusan Max Verstappen untuk memperpanjang masa baktinya bersama Red Bull hingga 2030 ternyata tidak dipicu oleh paket peningkatan performa mobil. Di tengah spekulasi yang sempat melibatkan ketertarikan dari McLaren setelah perburuan dari Mercedes mereda, sang juara dunia empat kali sempat mempertimbangkan opsi untuk meninggalkan Formula 1 sepenuhnya sebelum akhirnya meneken kontrak baru di bulan Agustus.
Diskusi alot tersebut berlangsung di tengah awal musim RB22 yang cukup sulit, di mana tim asal Milton Keynes itu sempat tertinggal jauh dari barisan depan pada ronde-ronde pembuka. Namun, progres bertahap perlahan membuahkan hasil ketika Verstappen mampu bertarung memperebutkan kemenangan secara murni di Grand Prix Azerbaijan, finis tipis di belakang George Russell, sebelum akhirnya merebut kemenangan perdana musim ini di Sirkuit Internasional Sepang.
Ketika ditanya apakah Red Bull sudah mengetahui bahwa peningkatan terbaru mereka akan membuahkan hasil signifikan dan memengaruhi negosiasi kontrak, prinsipal tim Laurent Mekies memberikan jawaban tegas kepada awak media termasuk RacingNews365. "Jawaban singkatnya adalah tidak. Kami tidak sedang menunggu peningkatan ajaib yang seharusnya datang dan membawa kami pada performa tersebut," ujar Mekies menjelaskan situasi internal tim saat itu.

Berbicara setelah kemenangan Verstappen di Grand Prix Bahrain di Malaysia, Mekies menjelaskan bahwa paket upgrade di Baku serta revisi geometri lantai mobil untuk Sepang sejak awal dipahami secara internal sebagai bagian akhir dari siklus pengembangan, bukan sebuah terobosan kejutan. "Kami tahu kami memiliki peningkatan. Kami sebenarnya tahu bahwa Baku akan menjadi yang terakhir. Itu melanjutkan tren pengembangan mobil," tambahnya.
Mekies juga mengakui bahwa pada masa-masa diskusi tersebut, tim sempat merasa akan kesulitan untuk memangkas selisih tiga sepersekian detik terakhir dari para rival. Oleh karena itu, faktor upgrade mobil sama sekali bukan menjadi senjata negosiasi untuk meyakinkan pembalap asal Belanda itu. Sebaliknya, fokus pembicaraan justru diarahkan pada arah pengembangan jangka panjang dari departemen sasis di bawah arahan direktur teknik Pierre Wache serta proyek unit daya yang didukung oleh Ford di bawah pimpinan direktur teknik Red Bull Powertrains, Ben Hodgkinson.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!