SPONSORED

Nasib Liam Lawson di Racing Bulls: Brundle Sebut F1 Bisnis yang Brutal

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0 Google Add us as preferred source
Nasib Liam Lawson di Racing Bulls: Brundle Sebut F1 Bisnis yang Brutal
TO NEWS OVERVIEW
© XPB Images

Ketidakpastian menyelimuti masa depan Liam Lawson di grid Formula 1 musim 2026. Meski telah menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun, pembalap asal Selandia Baru ini masih menanti keputusan final dari Racing Bulls terkait kelanjutan kontraknya untuk musim depan.

Hingga saat ini, Lawson telah membuktikan kapasitasnya dengan konsisten menembus posisi perolehan poin. Ia kini bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara, menjadikannya pembalap terbaik di luar dominasi empat tim papan atas. Namun, posisi Lawson kini mendapat ancaman serius dari talenta muda F2, Nikola Tsolov, yang sempat mencuri perhatian saat tampil perdana dalam sesi FP1 di Meksiko.

Mantan pembalap F1 yang kini menjadi analis senior, Martin Brundle, menyoroti situasi ini sebagai cerminan kerasnya dunia balap jet darat. "Itu sangat aneh, bukan? Dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dan mencetak begitu banyak poin. Mereka (Racing Bulls) berada di posisi kelima klasemen konstruktor dengan nyaman," ujar Brundle dalam wawancaranya dengan Sky F1.

Dilema Set-up Racing Bulls: Lawson Ungkap Kesulitan di Interlagos
Baca JugaDilema Set-up Racing Bulls: Lawson Ungkap Kesulitan di Interlagos

Brundle menambahkan, "Namun, ini adalah bisnis yang brutal, dan Anda mendapatkan kesempatan mengemudikan mobil F1 karena orang lain tersingkir." Pernyataan ini merujuk pada dinamika kursi pembalap yang sangat cair, seperti yang terjadi pada Esteban Ocon yang baru saja didepak dari Haas pasca insiden di Meksiko.

ADVERTISEMENT

Meski keputusan Racing Bulls belum menemui titik terang, Brundle tetap optimistis akan karier Lawson. Menurutnya, talenta yang ditunjukkan Lawson sepanjang musim ini sudah cukup sebagai modal kuat untuk bertahan di kancah F1. Jika pintu di Racing Bulls tertutup, Brundle yakin posisi di tim lain atau peran sebagai super sub akan segera menghampiri pembalap berusia 24 tahun tersebut.

"Liam telah melakukan cukup banyak hal untuk tetap berada di F1. Jika dia tidak mendapatkan pekerjaan itu, dia akan menjadi pembalap cadangan super atau akan mendapatkan slot di tempat lain dengan cukup cepat. Dia luar biasa tahun ini, tapi itu semua bergantung pada proyeksi masa depan yang diinginkan tim," tutup Brundle.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU