Theophile Nael tampil perkasa dengan meraih kemenangan dominan pada balapan sprint FIA Formula 3 perdana di sirkuit jalanan Madring, Madrid. Pembalap Campos Racing itu memimpin sejak lap pertama dan tak terkejar hingga garis finis.
Nael, yang start dari posisi kedua, memanfaatkan start luar biasa untuk menyalip pole sitter James Wharton di tikungan pertama. Wharton sempat mencoba merebut kembali posisinya dengan menyalip di chicane Tikungan 5, namun melebar dan harus mengembalikan posisi, memastikan Nael tetap di depan.
Di belakang duo terdepan, rekan setim Wharton di Prema, Alex Powell, melengkapi podium dengan finis ketiga. Ini merupakan podium pertama bagi pembalap Amerika-Jamaika tersebut di musim keduanya bersama tim Italia itu. Sementara itu, Bruno Del Pino dari Van Amersfoort dan Alessandro Giusti dari MP Motorsport melengkapi lima besar.

Balapan ini juga menjadi momen penting bagi Ugo Ugochukwu dalam perebutan gelar. Pembalap Campos Racing itu berhasil memangkas jarak dari pemimpin klasemen Freddie Slater menjadi hanya 12 poin. Slater, yang start dari posisi 17 setelah kualifikasi buruk, kesulitan menembus barisan depan di sirkuit sempit Madring.
Ugochukwu sendiri harus berjuang keras untuk finis di posisi kedelapan, setelah sebelumnya terlibat pertarungan sengit dengan Giusti. Nasib baik menghampirinya ketika Enzo Deligny mendapat penalti 10 detik karena keluar lintasan dan mendapatkan keuntungan, yang membuat Ugochukwu naik ke posisi delapan.
Di belakang, aksi menarik ditunjukkan oleh Taito Kato dari ART Grand Prix. Pada lap 12, ia melakukan manuver spektakuler di sisi luar chicane pertama untuk merebut posisi kesepuluh dari Tuukka Taponen. Meski demikian, Kato harus puas finis kesembilan, sedangkan Taponen melengkapi sepuluh besar.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Nael musim ini, mempertegas posisinya sebagai salah satu penantang gelar. Sementara bagi Ugochukwu, hasil ini menjaga peluangnya dalam perburuan juara, dengan Slater yang masih memimpin namun dengan margin yang semakin tipis.
Balapan sprint F3 di Madrid ini juga menyoroti betapa sulitnya melakukan overtaking di sirkuit jalanan yang cepat namun sempit. Kesalahan sekecil apa pun akan dihukum berat, seperti yang dialami Deligny. Para pembalap pun dituntut untuk presisi maksimal sepanjang balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!