Suasana di paddock Sirkuit Lusail kembali memanas, bukan hanya karena pertarungan gelar juara dunia, melainkan juga berkat misteri yang menyelimuti pernyataan Pecco Bagnaia. Juara dunia dua kali ini menjadi sorotan utama setelah memberikan komentar yang membingungkan mengenai kondisi motor Ducati miliknya pasca-GP Malaysia yang mengecewakan.

Setelah finis di posisi ke-13 di Sepang dengan catatan waktu yang bahkan lebih lambat dari kelas Moto2, Bagnaia sempat mengklaim bahwa solusi teknis yang dulu bekerja pada motornya kini 'tidak ada lagi' sejak GP Jepang 2025. Pernyataan ini memicu kebingungan internal, bahkan Davide Tardozzi dari Ducati mengaku tidak memahami arah pembicaraan pembalap andalannya tersebut.
Menanggapi desakan media di Qatar, Bagnaia justru memberikan jawaban yang semakin memancing rasa penasaran. "Saya tidak bisa membuat media membicarakan saya karena hasil yang bagus, jadi saya mencari cara lain, dan itu adalah langkah yang bagus," ujarnya dengan nada yang cukup enigmatik. "Orang-orang masih banyak membicarakannya; itu berhasil."

Di balik drama komentar tersebut, Bagnaia mencoba fokus pada realita balap di Lusail. Ia menargetkan posisi enam besar, asalkan timnya mampu menemukan ritme kerja yang tepat. Musim 2026 memang menjadi tahun yang berat bagi sang pembalap, di mana performanya seolah terjun bebas sejak jeda musim panas, kontras dengan dominasi Marc Marquez yang kini memimpin klasemen dengan keunggulan 44 poin.
Selain masalah teknis, Bagnaia juga terbuka mengenai kekhawatirannya terkait keamanan di Qatar. Ia termasuk di antara 19 pembalap yang sempat menyurati otoritas MotoGP terkait situasi geopolitik di kawasan tersebut. "Saya tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa saya sempat khawatir datang ke sini, namun saya memutuskan untuk memercayai sepenuhnya MotoGP, IRTA, dan pihak penyelenggara," tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!