SPONSORED

Motegi: Saksi Mahkota Juara MotoGP dari Stoner hingga Marquez

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Motegi: Saksi Mahkota Juara MotoGP dari Stoner hingga Marquez
TO NEWS OVERVIEW
Motegi: Saksi Mahkota Juara MotoGP dari Stoner hingga Marquez

Sirkuit Motegi kembali menjadi pusat perhatian dunia MotoGP akhir pekan ini. Grand Prix Jepang membuka rangkaian tur Asia, dan yang membuatnya semakin panas, kejuaraan musim ini adalah yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Jorge Martin tiba di Negeri Sakura sebagai pemimpin klasemen dengan 306 poin, tetapi Marc Marquez hanya terpaut 12 angka. Selisih itu bisa lenyap hanya dalam satu akhir pekan.

Namun, Motegi bukan sekadar sirkuit biasa. Sejak MotoGP memakai nama resminya pada 2002, sudah enam kali gelar juara dunia kelas premier dipastikan di trek ini. Casey Stoner menjadi yang pertama pada 2007, dan Marc Marquez menutup daftar itu tahun lalu dalam momen yang sangat istimewa bagi kariernya.

Stoner Membuka Daftar pada 2007

Kisah para juara MotoGP di Motegi dimulai pada 2007. Stoner datang ke Jepang dengan keunggulan besar di puncak klasemen. Setelah musim yang mengejutkan banyak pihak, ia punya peluang emas untuk mengunci gelar bahkan ketika masih tersisa beberapa balapan.

Marquez Kembali ke Motegi: Misi Juara Dunia ke-8 di Trek Legendaris
Baca JugaMarquez Kembali ke Motegi: Misi Juara Dunia ke-8 di Trek Legendaris

Stoner tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Di atas Ducati Desmosedici GP7, ia meraih titel yang sudah ia bangun sejak awal musim. Gelar itu menjadikannya juara dunia pertama di era 800cc dan sekaligus membawa Ducati ke puncak MotoGP untuk pertama kalinya. Bagi Stoner, itu adalah mahkota pertamanya di kelas premier pada usia 21 tahun, sementara bagi Ducati, itu membuka lembaran baru dalam sejarah mereka.

ADVERTISEMENT

Rossi Kembali ke Takhta di Motegi

Setahun setelah kemenangan pertama Stoner, Motegi kembali menjadi saksi penobatan juara. Pada 2008, Valentino Rossi tiba di Jepang dengan peluang merebut kembali gelar yang sempat direnggut Stoner. Rossi tidak menyia-nyiakannya. Ia memastikan gelar keenamnya di MotoGP dan titel dunia kedelapan sepanjang kariernya.

Musim itu terasa istimewa karena Rossi harus merespons dominasi Stoner yang memutus rentetan gelarnya pada 2007. Perayaan di Motegi juga meninggalkan salah satu gambar paling ikonik pada era itu: Rossi mengenakan kaus bertuliskan "Scusate il ritardo", semacam permintaan maaf karena telah lama menunggu untuk kembali menjadi juara. Motegi pun semakin erat dikaitkan dengan salah satu babak besar dalam karier Rossi, sekaligus menegaskan reputasinya sebagai sirkuit yang sering menjadi panggung penentuan gelar.

Motegi Menjadi Wilayah Marquez

Hubungan Marquez dengan sirkuit Jepang ini sudah terjalin lama. Pada 2014, saat masih membela Honda, ia memastikan gelar keduanya di MotoGP di Motegi. Sejak itu, ia beberapa kali kembali menambah koleksi gelarnya di trek yang sama. Yang terbaru, tahun lalu, ia menutup daftar juara MotoGP yang dinobatkan di Motegi. Momen itu terasa spesial karena terjadi di hadapan para penggemar Jepang dan di sirkuit yang dimiliki oleh Honda, pabrikan yang telah lama menjadi bagian dari perjalanannya.

ADVERTISEMENT

Kini, dengan kejuaraan yang masih terbuka lebar, Motegi bersiap menambah babak baru dalam sejarahnya. Akankah Martin mengukuhkan diri sebagai juara baru, atau Marquez kembali menambah koleksi gelarnya di tempat yang sudah akrab baginya? Yang jelas, trek ini selalu punya cara untuk melahirkan cerita yang tak terlupakan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU