Franco Morbidelli harus menerima kenyataan pahit di sesi latihan bebas MotoGP Misano 2026. Pembalap VR46 Ducati itu dijatuhi hukuman long lap penalty untuk balapan Minggu mendatang akibat pelanggaran yang dinilai berulang.
Insiden terjadi pada sesi latihan kedua Jumat sore, ketika Morbidelli diduga berkendara terlalu lambat di racing line dan mengganggu Enea Bastianini di Tikungan 13. FIM MotoGP Stewards merilis pernyataan resmi yang menyebut tindakan tersebut sebagai MGP-SR3: Dangerous slow riding during any session. Dengan mempertimbangkan pelanggaran berganda yang telah dilakukan Morbidelli sepanjang musim, steward memutuskan hukuman long lap sebagai sanksi yang pantas.
Hukuman ini hanya berlaku untuk balapan utama hari Minggu, tidak untuk sprint race pada hari Sabtu. Keputusan ini jelas merugikan Morbidelli, apalagi ini adalah balapan kandang terakhirnya bersama VR46 Ducati sebelum hengkang ke Aruba.it Ducati pada 2027 mendatang. Kursinya di VR46 akan diisi oleh Nicolo Bulega, pemimpin klasemen WorldSBK saat ini.

Meski demikian, performa Morbidelli di sesi latihan sebenarnya cukup menjanjikan. Ia berhasil menembus kualifikasi langsung ke Q2, meski mengaku tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. "Sensasi di atas motor mirip seperti biasanya. Di sini adalah trek kandang, jadi saya sangat mengenal Misano dan mencoba memberikan lebih," ujar Morbidelli sebelum pengumuman penalti. "Saya tidak bisa menyelesaikan time attack pertama, tidak bisa tetap di lintasan, tapi di time attack kedua saya berhasil dan mencatat 31,4. Saya tidak punya banyak kepercayaan diri, tapi terkadang saya cepat meski tanpa kepercayaan diri, jadi itu positif."
Rekan setimnya, Fabio di Giannantonio, yang mengendarai spek pabrikan GP26, berada satu posisi di atas Morbidelli di klasemen waktu. Hasil ini menunjukkan bahwa motor VR46 masih kompetitif di tangan pembalap yang tepat. Namun, penalti long lap akan menjadi batu sandungan besar bagi Morbidelli yang tengah berjuang untuk mengakhiri musim dengan baik.
Dengan penalti ini, Morbidelli harus memutar otak dalam menyusun strategi balapan. Long lap penalty biasanya menambah waktu sekitar 2-3 detik, yang bisa menggagalkan peluangnya finis di posisi teratas. Terlebih lagi, Misano adalah sirkuit yang sempit dan sulit untuk menyalip, sehingga setiap detik sangat berarti. Keputusan steward yang mempertimbangkan pelanggaran berulang juga menjadi sinyal bahwa Morbidelli harus lebih disiplin dalam berkendara, terutama dalam sesi latihan.
Bagi VR46 Ducati, situasi ini menjadi ujian tersendiri. Tim yang dimiliki Valentino Rossi itu harus memastikan Morbidelli tetap fokus dan tidak terpengaruh tekanan. Sementara itu, Bastianini yang menjadi korban insiden, tidak memberikan komentar lebih lanjut. Ia sendiri sedang berjuang untuk membuktikan diri di KTM Tech3 setelah meninggalkan Ducati.
Balapan MotoGP Misano 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi Morbidelli. Meski dihukum, ia masih memiliki kecepatan yang mumpuni. Jika mampu memanfaatkan momen kualifikasi dengan baik dan meminimalkan kerugian akibat penalti, bukan tidak mungkin ia bisa finis di posisi yang terhormat. Namun, dengan tekanan dari para rival dan sirkuit yang menantang, tugas Morbidelli tidak akan mudah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!