Kabar besar datang dari paddock Formula 1: miliarder Amerika Serikat, Woody Johnson, resmi menanamkan investasinya di tim Aston Martin. Bukan hanya sekadar menanam modal, pria berusia 79 tahun itu juga langsung menduduki kursi wakil ketua dewan direksi tim yang bermarkas di Silverstone tersebut, efektif sejak pengumuman pada Kamis lalu.
Meski nilai dan besaran saham Johnson tidak diungkap, langkah ini jelas menambah daftar panjang investor kaliber dunia yang tertarik pada proyek ambisius Lawrence Stroll. Stroll sendiri tetap bertahan sebagai ketua eksekutif dan pemegang saham pengendali. Johnson tidak akan terlibat dalam operasional harian tim, namun perannya difokuskan untuk membuka peluang komersial baru, terutama di pasar Amerika Serikat yang sedang bergairah.
Pengalaman Johnson di dunia olahraga Amerika dan internasional memang mentereng. Ia adalah pemilik tim NFL, New York Jets, dan memegang 43 persen saham klub Premier League, Crystal Palace. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris pada 2017-2021. Ia juga pewaris kerajaan farmasi Johnson & Johnson, perusahaan yang didirikan keluarganya pada akhir abad ke-19.

Kedekatan Johnson dengan Inggris dan kecintaannya pada merek Aston Martin disebut menjadi alasan utama investasi ini. Ia memuji visi strategis dan semangat kewirausahaan Stroll. "Selama masa saya sebagai Duta Besar AS untuk Inggris, saya mengembangkan apresiasi mendalam terhadap sejarah kaya Aston Martin, serta visi strategis dan semangat kewirausahaan Lawrence Stroll," ujar Johnson dalam pernyataan resmi.
Investasi ini menjadi suntikan moral besar bagi Aston Martin yang tengah berada dalam periode perubahan besar. Tim asal Silverstone itu terus berbenah menjadi penantang gelar, dengan dukungan teknis dari Adrian Newey yang juga pemegang saham minoritas. Kehadiran Johnson diharapkan memperkuat posisi komersial tim seiring dengan pertumbuhan F1 di pasar AS.
Stroll menyambut hangat kedatangan Johnson. "Saya sangat senang menyambut Woody di keluarga Aston Martin. Pengalaman, hasrat, dan investasinya semakin memperkuat posisi kami saat memasuki fase berikutnya dari perjalanan kompetitif kami," kata Stroll. "Apresiasinya yang mendalam terhadap merek kami, dikombinasikan dengan komitmennya terhadap inovasi dan peluang komersial, menjadikannya mitra yang ideal."
Dengan tambahan investor baru ini, Aston Martin menunjukkan bahwa proyek jangka panjang mereka di F1 semakin menarik bagi para pemodal besar. Pertanyaannya, akankah suntikan dana dan jaringan bisnis Johnson mempercepat langkah mereka menuju puncak? Kita tunggu saja.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!