Drama membara di Motegi memaksa Michelin mengambil langkah darurat dengan mencoret kompon ban belakang soft jelang balapan utama MotoGP Jepang, menyusul masalah blistering parah yang menghantam para kandidat juara pada sesi Sprint.
Permukaan aspal anyar yang sangat menggigit dipadu suhu trek menyentuh angka 40 derajat Celsius membuat kompon lunak menyerah di tengah gila-gilaannya pace balapan. Jorge Martin dan Francesco Bagnaia termasuk di antara korban yang merasakan langsung betapa beringasnya degradasi ban hari Sabtu kemarin.
Meski kompon medium masih diizinkan turun ke lintasan, opsi ban hard dengan konstruksi casing yang lebih kokoh kini resmi direkomendasikan pabrikan asal Prancis tersebut. Situasi ini melahirkan teka-teki strategi yang pelik, mengingat belum ada satu pun pembalap yang sempat mencicipi kompon keras itu sepanjang akhir pekan ini.

Bahkan, Jack Miller menyebut perjudian pada ban hard tanpa data memadai berpotensi mengubah jalannya balapan utama menjadi sebuah lotere besar. Tantangan kian kompleks karena opsi ban hard tersebut sempat memicu keluhan grip dari kubu Ducati saat berlaga di Red Bull Ring sebelumnya.
Di tengah pusaran masalah ban ini, Marc Marquez justru melenggang mulus tanpa kendala berarti untuk memenangkan Sprint. Hasil impresif tersebut kini memangkas selisih jarak ke puncak klasemen menjadi hanya terpaut tujuh poin saja.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!