Insiden menegangkan pada balapan sprint MotoGP Motegi memaksa Michelin mengambil tindakan tegas dengan mencoret kompon ban belakang paling lunak dari alokasi Grand Prix Jepang hari Minggu ini. Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah pembalap mengalami masalah serius berupa ban melepuh dan terkelupas akibat aspal baru sirkuit yang menguras daya cengkeram.
Masalah ini langsung memakan korban di barisan depan. Pecco Bagnaia terpaksa memarkir motornya dan gagal finis saat balapan tinggal menyisakan satu lap lagi. Sementara itu, Jorge Martin harus berjuang keras mengamankan podium meski bagian belakang motornya hancur akibat serpihan karet ban yang mengelupas hebat.
Piero Taramasso selaku bos pabrikan ban asal Prancis tersebut menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kombinasi tingkat cengkeram aspal baru yang tinggi dan suhu ekstrem. Meski sudah memperingatkan para tim sejak hari Kamis, kompon lunak tersebut ternyata terdorong hingga batas maksimal selama 12 lap penuh.

Di sisi lain, beberapa tim sempat melobi agar ban dengan konstruksi khusus tahan panas diwajibkan untuk balapan utama. Namun, permintaan itu ditolak karena sejumlah pabrikan seperti KTM dan Honda terbukti mampu menjaga temperatur ban dengan baik tanpa mengalami kendala berarti.
Dengan dicoretnya opsi kompon lunak, para pembalap kini harus memutar otak memilih antara ban medium atau kompon keras untuk menghadapi ketatnya persaingan balapan utama di Motegi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!