Mercedes akhirnya buka suara soal keputusan kontroversial di GP Belanda yang meminta Kimi Antonelli menyerahkan posisi ke George Russell. Tim asal Brackley itu menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar taktik, melainkan upaya menyelamatkan waktu balapan Russell dari ancaman Ferrari.
Momen krusial terjadi saat virtual safety car (VSC) keluar di lap 55. Ferrari memanfaatkannya untuk masuk pit dan mengganti ban, sementara Russell memilih bertahan di trek dengan ban tua. Keputusan itu sempat membawanya ke posisi kedua, tetapi juga membuatnya rentan diserang dari belakang.
Andrew Shovlin, direktur teknik di lintasan Mercedes, menjelaskan bahwa pada lap 56 tim masih punya peluang untuk memanggil Antonelli masuk pit dan menempatkannya di depan kedua Ferrari. Namun, setelah pit stop, Antonelli justru berada di belakang Russell dan siap menekan rekan setimnya.

"Kimi punya grip untuk melewati George, tetapi jika kami biarkan mereka bertarung, George akan kehilangan waktu dan Ferrari punya kesempatan lebih besar untuk menyerang," ujar Shovlin dalam video resmi tim. "Kami memutuskan membalik posisi demi menghemat waktu balapan George."
Keputusan itu terbukti tepat. Russell bertahan dengan gemilang melawan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, bahkan nyaris kehilangan posisi di beberapa tikungan. Shovlin memuji performa Russell sepanjang akhir pekan, termasuk sprint pole dan kemenangan sprint, serta menyebutnya sebagai "balapan yang sangat cerdas".
Dengan hasil ini, Mercedes menunjukkan bahwa prioritas utama mereka adalah mengamankan hasil maksimal, meski harus mengorbankan peluang Antonelli untuk naik podium. Keputusan ini juga mempertegas dinamika internal tim yang kini semakin kompetitif.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!