Mercedes mengawali musim 2026 sebagai kekuatan dominan Formula 1, memenangi enam grand prix pembuka dan meraih pole position di sepuluh seri pertama. Namun, keunggulan itu perlahan tergerus. Kini, tim asal Jerman tersebut hanya mampu memenangi dua dari enam balapan terakhir, sementara Ferrari dan McLaren masing-masing mengoleksi dua kemenangan.
McLaren menunjukkan progres paling pesat lewat paket upgrade terbaru. Lando Norris sukses meraih kemenangan berturut-turut di Hungaria dan Belanda. Ferrari juga terus mengembangkan mobilnya, sementara Mercedes justru mengambil pendekatan konservatif dan belum menghadirkan paket besar sejak Grand Prix Kanada.
Bos Mercedes, Toto Wolff, menegaskan bahwa keterbatasan ini bukan karena pilihan menahan pengembangan, melainkan akibat alokasi anggaran di bawah batas biaya F1 senilai US$215 juta (sekitar Rp3,3 triliun). “Kami tidak punya uang untuk memasang upgrade di mobil,” ujarnya. “Sejak awal saya bilang, kami mencoba membagi pengeluaran secara merata sepanjang musim berdasarkan kalkulasi kapan waktu terbaik membawa upgrade besar dan mengoptimalkan poin kejuaraan.”

Wolff menambahkan, “Kami tidak bisa melakukan sesuatu yang memang tidak bisa kami lakukan. Itulah mengapa ini menjadi ajang balapan pengembangan. Jika tim lain membawa upgrade, setidaknya mereka akan mendapat beberapa persepuluh detik, dan itulah yang kami kehilangan. Jadi, ya, perjalanan musim ini sedikit lebih berat daripada awal tahun.”
Perbedaan pendekatan antara Mercedes dan rivalnya terlihat jelas dari jumlah komponen baru yang diperkenalkan. Ferrari telah mengumumkan 40 komponen baru dalam 12 seri pertama, dibandingkan 38 untuk McLaren dan Red Bull, serta hanya 24 untuk Mercedes. Meski angka ini tidak secara langsung merepresentasikan belanja pengembangan karena perbedaan biaya antar komponen, Mercedes juga tertinggal jika bobot setiap upgrade diperhitungkan.
Wolff berspekulasi bahwa perbedaan ini bisa jadi terkait strategi pengeluaran masing-masing tim. “Nanti akan terlihat di akhir musim, apakah mereka masih bisa memasang banyak komponen seperti sekarang,” katanya. “Mungkin ada tim yang memilih strategi berbeda, menghabiskan lebih banyak di awal dan pertengahan musim dibandingkan akhir.”
Mercedes diperkirakan baru akan membawa pengembangan signifikan untuk mobil W17 dalam empat balapan ke depan. Sementara itu, rival-rivalnya bisa terus memperbesar keunggulan. Keunggulan awal musim Mercedes bahkan bisa lebih besar jika bukan karena masalah reliabilitas yang berulang, terutama pada unit tenaga yang memengaruhi pemimpin klasemen Kimi Antonelli dan George Russell. Wolff memperkirakan kegagalan itu telah merugikan Mercedes antara 50 hingga 100 poin.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!